Punggung Gordon dan Perbudakan di Louisiana

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Punggung Gordon
Punggung Gordon
grosir-buah-surabaya

Punggung Gordon adalah bukti paling jelas tentang apa yang sebenarnya terjadi dalam perbudakan. Ia adalah seorang pria yang diperbudak di Louisiana, lalu berhasil melarikan diri pada tahun 1863, dan ketika ia tiba di kamp tentara Union di Baton Rouge, ia menjalani pemeriksaan medis yang membuka seluruh kenyataan tentang siksaan yang ia alami.

Saat ia mengangkat bajunya, dokter Union melihat deretan keloid yang menonjol, keras, dan menyebar dari bahu hingga pinggang, dan mereka langsung memahami bahwa luka itu bukan hasil satu hukuman, tetapi penyiksaan yang berlangsung berulang, teratur, dan brutal.

Foto punggung Gordon diambil pada tanggal dua April 1863 oleh studio McPherson dan Oliver, dan dalam arsipnya tercatat bahwa foto tersebut dibuat sebagai dokumentasi medis.

Di bagian belakang foto, terdapat catatan dari dokter J W Mercer, yang menjelaskan bahwa luka luka itu berasal dari cambukan yang dilakukan berkali kali, disertai penggunaan larutan garam yang disiramkan untuk menambah rasa sakit, dan catatan itu masih tersimpan sebagai dokumen resmi di Library of Congress. Tidak ada spekulasi, tidak ada cerita turun temurun, semuanya tercatat dengan jelas di dalam arsip negara.

Harper’s Weekly menerbitkan ilustrasi dari foto ini pada edisi empat Juli 1863, dan publik Amerika Utara langsung terkejut. Banyak orang yang sebelumnya tidak pernah melihat bukti langsung tentang kekejaman di perkebunan Selatan, tiba tiba harus berhadapan dengan kenyataan yang tidak bisa disangkal.

Foto itu menyebar dengan cepat, digunakan dalam kampanye abolisionis, dan menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa perbudakan di Amerika bergantung pada kekerasan fisik ekstrem, bukan sekadar kerja paksa seperti yang selama ini diklaim oleh pihak pendukung perbudakan.

Nama pria dalam foto kadang tercatat sebagai Gordon, dan kadang sebagai Peter, dan perbedaan ini muncul karena laporan tentara Union mencatat nama Gordon, sementara catatan dokter di balik foto menggunakan nama Peter. Namun semua dokumen mengarah pada satu orang, dengan ciri tubuh yang sama, latar pelarian yang sama, dan foto yang sama. Sejarawan memastikan bahwa kedua nama tersebut merujuk pada individu yang sama, sehingga identitasnya tidak meragukan, tidak rancu, dan tidak bercabang.

Foto yang kemudian dikenal sebagai The Scourged Back beredar luas dalam bentuk cetakan kecil di berbagai kota, disimpan oleh aktivis abolisionis, ditunjukkan dalam pertemuan publik, dan dijadikan bukti nyata bahwa perbudakan bukan hanya sistem sosial, tetapi kejahatan yang meninggalkan bekas di tubuh manusia.

Gordon tidak pernah meminta menjadi simbol, namun punggungnya berbicara lebih kuat daripada kata kata, dan dunia akhirnya melihat penderitaan yang selama ini ditutup rapat oleh pemilik perkebunan. (*)