Sakti Wahyu Trenggono, Dulu Pengusaha Menara Jadi Menteri Kelautan
Dunia bisnis teknologi yang serba digital dan hamparan laut luas yang penuh dengan tantangan nyata sekilas tampak seperti dua kutub yang mustahil bersatu. Namun, di tangan pria ini, kedua dunia tersebut berhasil dikelola dengan sama baiknya. Sosok itu adalah Sakti Wahyu Trenggono.
Bagi masyarakat maritim, namanya kini lekat sebagai nakhoda di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Namun, tahukah Anda bahwa sebelum mengurusi nasib nelayan dan kedaulatan maritim, pria kelahiran 3 November 1962 asal Jawa Tengah ini merupakan salah satu raksasa di industri telekomunikasi dan komputasi awan (cloud computing) Indonesia?
Kombinasi langka antara otak pebisnis teknologi tinggi dan ketegasan birokrat inilah yang membuatnya menjadi figur istimewa, hingga dipercaya oleh dua presiden lintas periode untuk menjaga kekayaan laut bumi pertiwi. Mari kita bedah perjalanan kariernya yang luar biasa!
Dari Seorang Programmer Menjadi "Raja Menara" dan Pelopor Cloud
Sakti Wahyu Trenggono bukanlah tipe pemimpin yang instan. Langkah pertamanya di dunia profesional dimulai dari bawah sebagai seorang pemrogram (programmer) di Federal Motor pada periode 1986–1992 setelah menyelesaikan studi di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Memiliki latar belakang akademis yang kuat di bidang kebijakan publik, naluri bisnis Trenggono justru melesat tajam ke arah infrastruktur masa depan. Ia melihat potensi besar dalam dunia telekomunikasi yang saat itu mulai berkembang di Indonesia. Kejelian ini membawanya mendirikan PT Tower Bersama Tbk pada tahun 2009, sebuah korporasi raksasa penyedia menara telekomunikasi yang membuatnya dijuluki netizen sebagai "Raja Menara". Ia juga menjadi salah satu inisiator berdirinya Asosiasi Penyedia Menara Telekomunikasi Indonesia (ASPMITEL).
Tidak berhenti di situ, saat teknologi mulai bergeser ke arah digitalisasi, Trenggono kembali menjadi salah satu pengusaha lokal pertama yang berani berinvestasi dan bermain di sektor komputasi awan melalui penyedia layanan Indonesian Cloud.
Melengkapi Komando Prabowo di Kementerian Pertahanan
Karier birokrasinya dimulai pada 25 Oktober 2019, ketika Presiden Joko Widodo melantiknya sebagai Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) untuk mendampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
Kehadiran Trenggono di Gedung Medan Merdeka Barat saat itu dinilai sebagai pelengkap yang sempurna. Jika Prabowo menguasai strategi dan geopolitik militer, maka Trenggono—dengan latar belakang bisnisnya yang kuat—sangat membantu dalam merencanakan anggaran akuisisi alat utama sistem persenjataan (alutsista) secara mendetail, efisien, sekaligus mendorong kemandirian industri pertahanan dalam negeri.
Dipercaya Dua Presiden Menakhodai Kementerian KKP
Garis takdir membawanya ke laut pada akhir tahun 2020. Presiden Jokowi mempercayakan kursi Menteri Kelautan dan Perikanan kepadanya untuk melakukan pembenahan besar-besaran. Hebatnya lagi, kapasitas kepemimpinannya yang teruji membuat posisi Trenggono kembali diperkuat oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mengemban jabatan yang sama dalam jajaran Kabinet Merah Putih.
Masuk ke dunia maritim, Trenggono langsung menggunakan pendekatan manajemen modern layaknya mengelola korporasi besar. Ia melahirkan tiga pilar kebijakan revolusioner:
Kebijakan Penangkapan Ikan Terukur: Merubah total sistem lama menjadi berbasis kuota penangkapan. Salah satu aturan tegasnya adalah ikan yang ditangkap di perairan Papua wajib didaratkan dan diolah di Papua, tidak boleh langsung dibawa ke Jawa. Ini dilakukan demi meratakan perputaran ekonomi daerah yang potensinya mencapai Rp224 triliun per tahun.
Modernisasi Budidaya lewat Shrimp Estate: Membangun pusat-pusat produksi modern berskala besar untuk komoditas unggulan ekspor seperti udang, rumput laut, lobster, dan kepiting. Salah satu proyek percontohan besarnya adalah tambak udang modern seluas 100 hektar di Kebumen yang mampu beroperasi massal tanpa merusak ekosistem sekitar.
Bulan Cinta Laut (Sampah Jadi Berkah): Kebijakan lingkungan yang sangat menyentuh hati netizen. KKP membuat program di mana nelayan yang menjaring sampah di laut akan diberikan insentif ekonomi yang nilainya dihargai setara dengan hasil tangapan ikan mereka. Laut bersih, nelayan pun untung!
Potret Teknokrat Sejati
Perjalanan hidup Sakti Wahyu Trenggono membuktikan bahwa batasan industri itu bisa ditembus dengan manajemen yang kuat dan integritas tinggi. Dari urusan sinyal di udara hingga urusan ikan di dalam samudera, semuanya dieksekusi dengan perencanaan yang matang.
Tak heran jika dua pemimpin tertinggi negara ini memberikan kepercayaan penuh padanya untuk memastikan bahwa laut Indonesia tidak hanya kaya, tetapi juga dikelola secara adil, modern, dan berkelanjutan untuk generasi masa depan. (*)
*) Source : Nasrul Koto PSU
Editor : S. Anwar