Pabrik Kulit Wonocolo Surabaya, dari Kulit Sapi ke Darah Manusia
Ada sebuah jalan bernama Pabrik Kulit Wonocolo tepat setelah Jatim Expo Surabaya. Penamaan tersebut bukan tanpa sebab, karena dulu di lokasi itu berdiri sebuah pabrik kulit bernama N. V. Lederfabriek Wonotjolo.
N. V. Lederfabriek Wonotjolo adalah pabrik pengolahan kulit (leather factory) yang berdiri sejak tahun 1923, meskipun rasional pengolahan kulit di area tersebut sudah ada sejak akhir abad ke-19. Pabrik N. V. Lederfabriek Wonotjolo berdiri di kawasan industri Wonotjolo Exploitatie Maatschappij adalah perusahaan pengelola lahan dan industri di Wonocolo pada masa itu. Dan merupakan bagian dari industri kulit yang cukup penting.
Produknya umumnya meliputi kulit samak, sepatu, perlengkapan militer, serta kebutuhan industri/perdagangan.
Pada laporan keuangan N. V. Lederfabriek Wonotjolo per 31 Desember 1937, yang dimuat oleh surat kabar Het Nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie edisi 18 Juni 1938 halaman 16, disebutkan secara eksplisit menunjukkan hasil memuaskan. Dengan aset seperti debitur besar mencapai 2,3 juta guilder Hindia Belanda, sehingga operasional berjalan sangat baik.
Artikel ini adalah ringkasan resmi yang dipublikasikan perusahaan . V. Lederfabriek Wonotjolo sebagai laporan tahunan 1937. Sebagai pengumuman kepada pemegang saham/investor dan menjadi bagian dari berita ekonomi.
Nama Lederfabriek Wonotjolo te Soerabaia juga disebutkan dalam arsip Neder- lands Forces Intelligence Service (NEFIS) tahun 1946. NEFIS adalah dinas inteligen militer Belanda yang aktif selama PD 2 dan masa revolusi Indonesia (1945-1949).
Penyebutan spesifik ini ada dalam daftar inventaris arsip NEFIS di National Archief, Den Haag, Belanda, dalam bagian dokumen tahun 1946 dengan nomor inventaris 1798. Pencatatan ini bisa berupa laporan singkat tentang status pabrik (apakah masih berope- rasi, kerusakan akibat Perang, kepemilikan, atau potensi rehabilitasi).
Bekas Pabrik Kulit Wonocolo dilaporkan pernah digunakan sebagai tempat eksekusi tahanan politik pasca peristiwa Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30/S PKI) tahun 1965. Catatan warga menyebutkan bahwa tahun 1968, eksekusi tersebut dilakukan. Sekitar 50 orang kehilangan nyawa disana.
Namun Yayasan Penelitian korban Pembunuhan 1965/1966 memperkirakan ada 900 sampai 1000 tapol (tahanan politik) kasus 1965 dieksekusi di pabrik lulit Wonocolo. Kisah kelam ini memicu cerita mistis dan angker oleh warga sekitar bekas pabrik kulit Wonocolo.
Kemudian, pabrik kulit Wonocolo dihancurkan total untuk proyek Jatim Expo.
Tepat di samping Jatim Expo terdapat sebuah nama jalan dengan nama Jalan Pabrik Kulit Wonocolo. Penamaan ini sebagai pengingat bahwa di area tersebut, dulu, pernah berdiri sebuah pabrik kulit yang fenomenal yakni Lederfabriek Wonotjolo te Soerabaia. (*)
Editor : Bambang Harianto