Bangkai Ikan Boleh Dimakan, Daging Sapi Harus Disembelih
Pernah gak sih kita kepikiran, kenapa bangkai ikan boleh dimakan, sedangkan bangkai sapi, ayam dan hewan ternak lainnya, harus disembelih dulu baru boleh/halal dimakan?
Kita semua tahu aturan dasar, memakan hewan yang mati tanpa disembelih atau bahkan dalam keadaan sudah menjadi bangkai adalah haram hukumnya.
Kata Allah azza wa jalla:
إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَیۡكُمُ ٱلۡمَیۡتَةَ وَٱلدَّمَ وَلَحۡمَ ٱلۡخِنزِیرِ وَمَاۤ أُهِلَّ بِهِۦ لِغَیۡرِ ٱللَّهِۖ
"Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai , darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah..."
Namun anehnya itu tidak berlaku untuk ikan dan hewan air lainnya.
Rasulullah ﷺ mengatakan ketika para sahabatnya bertanya bagaimana cara bersuci ketika sedang di tengah laut yang airnya asin:
هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ، الحِلُّ مَيْتَتُهُ
"Laut itu suci airnya dan halal bangkainya." (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasa'i, dan Ibnu Majah)
Jadi, jika kita mendapati ikan mati terjaring atau terdampar tetap halal dimakan tanpa perlu disembelih satu persatu.
Mengapa ikan dikecualikan? Hikmah apa yang menjadi rahasianya?
Secara ilmiah, hewan darat memiliki sistem sirkulasi darah kompleks dan tertutup, distribusi darah yang cukup banyak di jaringan otot (daging),
pembuluh vena dan kapiler yang menyebar luas dalam tubuh.
Ketika hewan darat mati tanpa disembelih, darah tidak keluar dari tubuh, terjadi pengendapan darah (livor mortis), dan darah tertahan di jaringan dan organ.
Dampaknya, daging menjadi lebih gelap, lebih cepat rusak (media pertumbuhan bakteri), kualitas dan kebersihan menurun.
Sedangkan jika disembelih, pembuluh besar terputus,
jantung masih memompa sesaat, darah keluar secara maksimal (exsanguination).
Hasilnya, daging lebih bersih, lebih awet, dan lebih layak konsumsi.
Fisiologi ikan berbeda total. Saat ikan mati, sistem sirkulasinya membuat darah secara alami tetap berkumpul di organ vital (seperti insang, hati, dan ginjal), meninggalkan jaringan daging dalam kondisi relatif bersih dari darah.
Karena darahnya tertahan di organ dalam, daging ikan menjadi fillet murni yang minim media bakteri. Inilah alasan kenapa daging ikan mentah (sashimi) pun aman dimakan, sedangkan daging sapi mentah berisiko tinggi jika tidak diproses steril.
Selain faktor anatomi, faktor lingkungan juga berpengaruh. Pada kasus ikan laut, air laut menjadi faktor yang mendukung, karena mengandung kadar garam (salinitas) tinggi. Garam adalah antiseptik alami yang menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk. Kulit dan tubuh ikan sudah diawetkan secara alami oleh habitatnya sendiri.
Maha Besar dan Maha Sempurna Allah Ta'ala yang telah menciptakan segala sesuatu sesuai kadar dan kebutuhan hamba-Nya.
Syari'at kita sudah sempurna, yang halal jelas kehalalannya yang haram jelas keharamannya.
Kita diperintahkan oleh Allah Azza wa Jalla untuk mendengar dan ta'at, apa yang Allah bolehkan jangan dilarang, apa yang Allah larang jangan dibolehkan, tanpa perlu sibuk untuk mencari apa dan mengapa. Allah sudah siapkan semuanya sesuai hikmah-Nya.
هُوَ ٱلَّذِی خَلَقَ لَكُم مَّا فِی ٱلۡأَرۡضِ جَمِیعا
"Dialah (Allah) yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untukmu (baik itu tumbuhan, hewan, mineral, maupun manfaat alam lainnya, diciptakan untuk kepentingan, kemaslahatan, dan kesenangan manusia.)"
*) Source : Abu Sufyan Habib
Editor : Bambang Harianto