Fakta Tentang Tato Permanen

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Tato Permanen
Tato Permanen
grosir-buah-surabaya

Masyarakat yang ingin memasang tato permanen di tubuhnya, umumnya berkesimpulan bahwa tinta adalah faktor utamanya. Padahal faktanya tidak demikian.

Tato itu permanen bukan karena tintanya yang menempel di kulit terus, tapi karena siklus peradangan kronis di kulit yang melibatkan sel-sel imun. Jadi saat jarum tato menembus kulit, tubuh langsung menganggap ini sebagai luka dan ancaman asing. 

Pigmen yang masuk langsung "dimakan" oleh sel-sel imun seperti neutrofil, makrofag, dan sel dendritik. Tinta tato ini akan bertahan lama di makrofag karena makrofag punya mekanisme "capture–release–recapture" yang membuat tato bisa bertahan lama. 

Jadi pas tinta tato itu masuk, makrofag akan berbondong-bondong menelan partikel tersebut. Namun, makrofag tidak bisa mencerna pigmen tinta, karena ukurannya besar dan tahan lama. Akibatnya, makrofag mati, melepaskan pigmen kembali ke jaringan sekitar. 

Lalu gelombang makrofag baru datang dan mengulangi proses yang sama. Sederhannya tato "permanen" itu sebenarnya bukan karena tinta nempel terus, tapi karena ada relay makrofag yang terus-menerus mengambil ulang tinta yang terlepas saat makrofag lama mati. 

Beberapa penelitian terkini menunjukkan bahwa penumpukan ini bisa mengganggu fungsi imun normal, termasuk respons terhadap vaksin tertentu, serta dikaitkan dengan peningkatan risiko limfoma, yaitu kanker kelenjar getah bening, dan kanker kulit. 

Semoga bermanfaat!