Tentara yang Bertempur di Tumpukan Nasi Basi

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Maggot
Maggot
grosir-buah-surabaya

Sampah hotel berupa sisa makanan memang akan berujung dimakan ulat-ulat bangkai. Tapi tidak kebayang, ternyata ada ulat yang bisa dipelihara. Bahkan jadi model bisnis. 

Kita bisa beli telur ulatnya. Ditetaskan, diberi makan: dengan sisa-sisa makanan basi itu. Dijaga sampai besar, lalu dipanen. Hasil panen, berupa bayi ulat itu. Bisa dijual untuk jadi makan ikan, atau unggas. Itu yang pertama. 

Yang kedua. Karena selama hidup itu, si ulat buang hajat. Hajatnya itu itu bisa dijadikan pupuk organik. Kasgot namanya. Nah, ikan dan unggas yang diberikan makan hasil ulat itu, (misalnya) bisa kita jual lagi ke hotel. 

Pupuk yang dari kotoran ulat itu, dipakai untuk tanam sayuran. Sayurannya kita panen, jual lagi ke hotel. Itu (misalnya) yang kedua. 

Muter aja terus gitu. Atau itu dikenal sebagai ekonomi circular. 

Kebetulan saya baru saja diskusi dengan pendiri startup yang menjalankan bisnis itu. Dan ulat Kasgot yang sedang kita bicarakan adalah : Lalat tentara hitam, dan yang dipelihara adalah bayi-bayi lalat tentara hitam itu. Dikenal sebagai maggot.

Larva ulat tentara atau Black Soldier Fly, punya karakteristik dengan umur yang tidak panjang amat. Tapi makannya rakus. Kandungan proteinnya tinggi. Cocok untuk pakan ikan. Juga unggas. 

Bukan main, peran si bayi ulat tentara ini, bisa menghubungkan : food waste, pertanian, supply chain, pun peternakan. 

Lihat : dikirimi sampah. Balik-balik jadi bahan pangan. 

Kita paham, dalam Lean kita kenal : reduction waste. Tapi dengan pendekatan seperti ini, sepertinya akan jadi manage waste, di masa depan. Waste tidak dihilangkan, tapi diputar lagi utk jadi resource.

Dan untuk satu terobosan, tantangan selalu mengekor. Teman saya itu sedang berusaha bagaimana scale-up nya, ketika ada permintaan ratusan ribu ton, dari pabrik pakan. Ia belum sanggup supply. Bayi ulat tentara belum cukup. 

Dan hasil beberapa riset, bungkil sawit adalah makanan terbaik utk bayi-bayi ulat tentara itu. 

Ternyata tentara tidak hanya perang di darat, tapi bisa berperang di tumpukan nasi basi : yah ulat tentara. (*)

*) Source : Antonius Ali