Sepelekan Luka Bakar Kecil, Kedua Max Armstrong Diamputasi

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Max Armstrong dan kedua kakinya yang diamputasi
Max Armstrong dan kedua kakinya yang diamputasi
grosir-buah-surabaya

Max Armstrong (40 tahun), tak menyangka kedua kakinya harus diamputasi. Berawal dari luka bakar kecil, kemudian menjalar ke tubuhnya. Hingga dokter tidak punya pilihan lain selain mengamputasi kedua kakinya.

Kondisi yang dialami Max Armstrong itu berawal saat dirinya sedang berkemah bersama dengan teman-temannya. Ketika itu, Max Armstrong sedang memasak di api unggun. Saat mengambil wajan dari api unggun, jempol kakinya kena luka bakar.

“Saya hanya memindahkan wajan dari api unggun ke meja dan ibu jari saya sedikit terbakar dalam prosesnya,” kata Max Armstrong. 

“Luka bakarnya kecil. Saya tidak memikirkannya saat itu,” lanjut Max Armstrong.

Max Armstrong mengira mengira itu cedera ringan. Lalu Max Armstrong membersihkan dan membalut luka bakar tersebut.  

Beberapa hari kemudian, pergelangan kakinya membengkak dan luka bakar di ibu jarinya menjadi hitam dan ada gejala nekrosis. 

Max Armstrong pergi ke rumah sakit. Dokter mendiagnosis infeksi serius akibat streptokokus A (bakteri pemakan daging). Infeksi tersebut menyebabkan sepsis (keadaan medical emergency yang disebabkan oleh respons tubuh yang ekstrem dan tidak berfungsi terhadap infeksi, yang merusak jaringan dan organ tubuh sendiri) dan toxic shock syndrome.

Max Armstrong dilarikan ke ruang perawatan intensif dan dokter memberikan anestesi utk koma buatan selama 6 hari. 

Setelah bangun pada 13 Desember 2024, kedua kaki Max Armstrong telah sepenuhnya menghitam karena nekrosis. Selama koma, infeksi menyebar dengan cepat.

Para dokter kemudian sepakat dan terpaksa melakukan amputasi di kedua kakinya untuk menghentikan bakteri agar tidak menyebar ke seluruh tubuh dan menyelamatkan nyawanya. 

Setelah menjalani perawatan di rumah sakit, Max Armstrong pulang ke rumahnya pada Januari 2025. Max Armstrong memulai rehabilitasi dengan kursi roda dengan harapan dapat berjalan kembali menggunakan kaki prostetik. (*)