Saddam Hussein Gagal Bangun Bom Nuklir untuk Menargetkan Israel

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Saddam Hussein dengan peneliti nuklir
Saddam Hussein dengan peneliti nuklir
grosir-buah-surabaya

Presiden Irak, Saddam Hussein memberitahu majalah Arab Usbu al-Arabi pada September 1975 bahwa ia ingin membangun bom nuklir. Target nomor satunyaialah Israel. 

Dua bulan kemudian, pada 18 November 1975, Baghdad, Ibu Kota Irak, menandatangani kesepakatan dengan Prancis untuk membangun reaktor nuklir di Osirak. Salah satu ketentuan dalam kontrak itu: tidak ada orang dari “ras Yahudi atau agama Musa” yang diizinkan bekerja pada reaktor-reaktor di Prancis atau di Irak. 

Bukan orang Israel. Bukan orang Yahudi Prancis. Bukan warga negara ganda. Paris menerimanya. Bahan bakar pertama yang disetujui Prancis untuk disuplai kepada Saddam adalah tingkat senjata. Mereka berada di jalur menuju plutonium. 

Osirak tidak pernah menjadi pabrik sipil yang “mungkin kemudian dialihkan.” Itu adalah program senjata dengan kertas komersial yang melarang orang Yahudi dari lokasi pekerjaan. Tetapi Saddam Husein tidak mendapatkan bom itu. 

Pada 7 Juni 1981, Israel menghancurkan reaktor sebelum mencapai kondisi kritis. Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengutuk serangan itu. Hampir tidak ada yang mengutip wawancara tahun 1975. Hampir tidak ada yang membaca klausul itu. Wawancara itu dalam bahasa Arab. Kontrak itu dalam bahasa Prancis. Serangan itu dalam bahasa Ibrani. (*)