Tentara Israel Bunuh Koresponden Al Mayadeen di Lebanon Selatan
Koresponden Al Mayadeen di Lebanon Selatan, Fatima Fatouni, gugur pada Sabtu (28/4/2026) dalam serangan udara Israel yang secara langsung menargetkan jurnalis di Selatan yang meliput agresi Israel terhadap Lebanon. Fatima Fatouni berada di dalam kendaraan yang jelas bertuliskan "Pers" bersama jurnalis lain, termasuk Ali Sheaib dari Al-Manar.
Fatima Fatouni dikenal dan dicintai oleh semua koleganya, baik dari masa kerjanya sebagai editor di Al Mayadeen Net, maupun sebagai koresponden Al Mayadeen yang meliput perang agresi Israel di Lebanon Selatan.
Dikenal karena keberaniannya, keteguhannya, dan kecintaannya yang abadi pada profesinya serta keinginannya yang terus-menerus untuk menyampaikan pesan perlawanan rakyatnya kepada dunia, ia akan terus hidup di hati kita karena kebahagiaan yang ia berikan kepada kita semua sebagai kolega dengan kehangatannya, dan dedikasinya pada bidangnya.
Ini bukan pertama kalinya koresponden Al Mayadeen menjadi sasaran. Tak lama setelah "Israel" memulai perangnya di Lebanon, koresponden Al Mayadeen, Farah Omar, dan juru kamera Rabih Me'mari gugur dalam agresi Israel pada 21 November 2023.
Ghassan Najjar dan Mohammad Reda dari Al Mayadeen juga gugur dalam serangan Israel lainnya terhadap jurnalis pada 25 Oktober 2024.
Ini adalah bagian dari serangan sistematis "Israel" terhadap jurnalis. Dalam tiga tahun terakhir, "Israel" telah membunuh ratusan jurnalis di seluruh wilayah, semuanya dalam upaya untuk mencegah penyiaran realitas kejahatannya. (*)
Editor : Redaksi