Rekam Jejak Jacob Elfinus Sahetapy Sebagai Pakar Hukum Pidana
Banyak yang kenal Maluku cuma dari cerita konflik pada tahun 1999. Tapi salah satu pakar hukum pidana paling berpengaruh yang pernah dimiliki Indonesia lahir di Saparua, Maluku Tengah, pada 6 Juni 1932. Namanya Jacob Elfinus Sahetapy.
Sahetapy kecil sekolah di Particuliere Saparuasche School, sekolah yang didirikan ibunya sendiri. Tahun 1947, menjelang tamat Sekolah Menengah Pertama (SMP), gejolak proklamasi Republik Maluku Selatan memaksanya meninggalkan Maluku, pindah ke Surabaya menumpang di rumah kakaknya.
Di Surabaya, ia menamatkan Sekolah Menengah Atas (SMA) sambil aktif memimpin organisasi pemuda dan Persatuan Pelajar Maluku Surabaya. Ia lanjut kuliah di Fakultas Hukum, waktu itu masih cabang Universitas Gadjah Mada, sebelum berdiri sendiri jadi Universitas Airlangga (Unair).
Lulus pada tahun 1959, ia langsung diangkat jadi dosen tetap. Tahun 1960 sampai 1962 ia sekolah lagi soal administrasi bisnis dan hubungan industrial di University of Utah, Amerika Serikat. Kariernya di Unair terus naik sampai jadi Dekan Fakultas Hukum periode tahun 1979 sampai 1985.
Gelar doktornya soal ancaman pidana mati bagi pembunuh berencana. Tahun 1989 ia jadi guru besar tamu di Universitas Leiden dan Katholik Leuven, sebelum resmi jadi Guru Besar Emeritus Unair tahun 1998. Ia juga sempat mengajar di pascasarjana hukum Universitas Indonesia dan Universitas Diponegoro (Undip).
Sahetapy salah satu perumus Rancangan KUHP sejak awal 1990-an, dalam tim yang dipimpin Prof. Soedarto dari Undip. Ia lalu duduk di Dewan Perwakilan Rakyat/Majelis Permusyawartaran Rakyat Republik Indonesia (DPR/MPR RI) periode 1999 sampai 2004 mewakili PDI Perjuangan dari Maluku Tenggara, dan memimpin Komisi Hukum Nasional RI sejak 2000.
Di luar kampus dan parlemen, Jacob Elfinus Sahetapy dikenal lewat kritik tajam soal mafia peradilan dan korupsi, rutin tampil di forum diskusi hukum sampai usia senjanya. Ucapannya yang sering dikutip : "kebohongan secepat apapun berlari, kebenaran pada akhirnya akan mengejar."
Jacob Elfinus Sahetapy wafat 21 September 2021 di usia 89 tahun. (*)
Editor : S. Anwar