Wilhelm II, Kaisar Jerman yang Memperbaiki Makam Salahuddin al Ayubi
Percaya gak percaya, kuburan Salahuddin al Ayubi itu sempat terbengkalai ratusan tahun, dan yang memperbaiki justru bukan penguasa Muslim, melainkan Wilhelm II, kaisar Jerman. Jejak sejumlah tokoh Jerman yang simpati terhadap Islam atau tokoh Muslim itu gak sedikit.
Awalnya Kaisar ngadain tur besar-besaran ke Timur Tengah, termasuk Damaskus. Ingat dunia Eropa zaman Wilhelm II hidup itu mencitrakan Salahudin begitu positif. Meskipun Salahudin musuh bebuyutan leluhurnya dalam Perang Salib, Kaisar menaruh hormat terhadap sultan yang dianggap bermoral tinggi itu.
Di benak kaisar, kuburan sosok legenda sebesar Salahuddin bakal megah. Dia kaget karena kuburan itu nyempil di taman kecil yang nyaris tidak dianggap. Bangunannya punya kubah berusuk merah, tapi kondisinya sudah retak-retak. Bisa dibilang terbengkalai dan terlihat tak diurus.
Wilhelm II yang meskipun tidak seagama dan seras dengan Salahuddin, meledak. Dia tidak terima persemayaman sosok yang diagungkannya karena kebesaran karakter dan moralnya terbengkalai begitu saja.
Kaisar tidak hanya bacot, dia langsung mengeluarkan perintah untuk merestorasi makam Salahuddin. Kaisar pakai dana pribadinya.
Dia menganggap penelantaran makam Salahuddin sebagai penghinaan terhadap sejarah. Ironis memang. Di saat pimpinan Muslim tidak ambil pusing dengan kondisi makam pahlawan mereka, Kaisar dari bangsa asing justru mau repot-repot mengeluarkan duit buat memperbaikinya.
Baru setelah itu, para pemimpin perlawanan Muslim yang lagi dijajah bangsa Eropa sadar kalau mereka punya pahlawan, dan menjadikan Salahuddin simbol dan penyemangat untuk melawan kolonialisme Eropa. (*)
Editor : S. Anwar