Balamon Cham, Suku Hindu di Vietnam
Ternyata di Vietnam ada satu suku yang masih setia menganut Hindu, sama seperti Bali. Mereka adalah Balamon Cham. "Balamon" sendiri merupakan kata serapan dari "Brahmana", gelar pemimpin agama Hindu.
Kalo semeton penggemar sejarah, pasti sering baca soal pernikahan putri Champa dengan raja-raja di Nusantara. Nah, Balamon Cham ini adalah keturunan langsung dari bangsawan dan penduduk Kerajaan Champa.
Sejarah Champa sendiri dimulai ketika para pelaut Austronesia bermigrasi dari Nusantara dan Filipina ke wilayah selatan Vietnam. Itulah kenapa, bahasa Cham punya banyak kosakata yang mirip dengan Melayu dan bahasa Nusantara lainnya.
Para pelaut ini kemudian mendirikan pemukiman, yang berkembang menjadi desa, lalu kerajaan.
Sekitar abad ke-4, Raja Bhadravarman mendirikan kuil pemujaan Dewa Siwa di My Son. Peristiwa ini menjadi titik awal bangsa Cham memeluk Hindu, meskipun banyak yg menduga Hindu telah masuk 2 sampai 3 abad sebelumnya.
Pada abad ke-10 hingga 15, Champa terlibat serangkaian perang dengan kekaisaran Dai Viet (Vietnam). Hal ini membuat orang Cham mulai bekerja sama dengan Melayu Islam.
Relasi ini kemudian membuat banyak orang Cham memeluk agama Islam. Mereka pun dikenal sebagai "Bani Cham". Namun pada akhirnya, Champa berhasil dikuasai penuh oleh Dinasti Nguyen pada tahun 1832, dan menjadi bagian dari Vietnam sampai hari ini. Meski demikian, Balamon Cham tetap melaksanakan persembahyangan dan tradisi agama Hindu.
Mereka memiliki kuil-kuil (pura) yang berusia ratusan tahun. Seperti Po Nagar, Po Klong Garai, dan Den Po Kabrah.
Setiap tahun, kuil-kuil tersebut dipadati oleh ribuan orang Balamon Cham untuk sembahyang dan hari raya. Terutama saat merayakan Mbang Kate, upacara adat yang digelar selama tiga hari setiap bulan Oktober. Salah satu yang menarik dari Balamon Cham adalah cara mereka berdoa.
Sama seperti Hindu Jawa dan Bali, mereka gak hanya berdoa dalam mantra sansekerta. Namun juga punya mantra "sesontengan" mereka sendiri dalam bahasa lokal.
Dengan kata lain, Hindu yg dianut Balamon Cham sudah sangat menyatu dengan budaya lokal. Sehingga tak dapat dipisahkan lagi. (*)
Editor : S. Anwar