Otto Hasibuan Dari Ketua PERADI ke Wakil Menteri
Nama Prof. Dr. Otto Hasibuan, S.H., M.M. telah lama kokoh di puncak tertinggi dunia hukum Indonesia. Puncaknya pada 21 Oktober 2024, sejarah baru ditorehkan oleh pria kelahiran 5 Mei 1955 ini ketika Presiden Prabowo Subianto resmi melantiknya sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan dalam Kabinet Merah Putih. Pelantikan tersebut menempatkan sang Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) ini sebagai wakil menteri tertua pada saat dilantik sepanjang sejarah kabinet di Indonesia.
Di balik seragam dinas kenegaraannya kini, Otto tetaplah seorang maestro hukum yang memiliki rekam jejak panjang dalam menangani berbagai kasus megakorupsi hingga peradilan yang paling menyita perhatian publik nasional.
Panggung Kasus Besar dan Gurita Bisnis Ottolima
Bagi masyarakat luas, wajah Otto Hasibuan sangat lekat dengan beberapa persidangan paling fenomenal di tanah air. Ia merupakan aktor utama di balik meja pembelaan Jessica Kumala Wongso dalam pusaran kasus kopi sianida (Pembunuhan Wayan Mirna Salihin) yang menguras emosi publik, serta pernah bertindak sebagai kuasa hukum Setya Novanto dalam skandal korupsi e-KTP.
Kesuksesannya di ruang sidang ditopang oleh firma hukum miliknya, Otto Hasibuan & Associates, yang menjadi salah satu pilar utama pundi-pundi kekayaannya. Namun, gurita bisnis sang wamen tidak berhenti di bidang hukum saja. Pria asal Sumatra Utara ini juga sukses merambah bisnis olahraga dengan mendirikan korporasi golf eksklusif bernama Ottolima, yang berdiri strategis di kawasan Jalan Asia Afrika, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Sang Profesor yang Haus Ilmu dan Organisasi
Anak bungsu dari sepuluh bersaudara ini lahir dan besar di Pematangsiantar, Sumatra Utara. Menjadikan sang ayah sebagai idola hidup dan ibunya sebagai guru pertama, Otto tumbuh menjadi pemuda yang sangat aktif berorganisasi. Latar belakang akademisnya merupakan potret dari ketekunan yang luar biasa:
S1 (Sarjana Hukum) : Menamatkan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.
S2 (Master of Law) : Meraih gelar magister dari University of Technology Sydney (UTS), Australia, dengan fokus pada perbandingan hukum.
S3 (Doktor) : Kembali ke almamaternya untuk merengkuh gelar Doktor Filsafat Hukum dari UGM.
Kepakarannya di dunia hukum diakui secara luas oleh dunia akademis. Ia dipercaya menjadi dosen di berbagai universitas elite seperti Universitas Pelita Harapan (UPH), UGM, hingga Universitas Jayabaya, di mana ia dianugerahi gelar Profesor Kehormatan pada Oktober 2014.
Karier organisasinya pun merangkak dari bawah. Pada tahun 1986, ia memulai kiprahnya sebagai wakil sekretaris Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Jakarta dan tak lama kemudian dipercaya memimpin cabang Jakarta Barat, sebelum akhirnya menakhodai PERADI sebagai Ketua Umum.
Kehidupan Pribadi dan Mertua dari Jessica Mila
Di ranah domestik, kehidupan keluarga Otto terbilang sangat harmonis. Menikah dengan Norwati Damanik pada tahun 1984, pasangan ini dikaruniai empat orang anak, yaitu Putri Lihardo, Lionie Petty, Natalia Octavia, dan Yakup Putra Hasibuan.
Keluarga ini kembali menjadi magnet pemberitaan media entertainment ketika putra tunggal mereka, Yakup Putra Hasibuan, yang lahir pada 31 Agustus 1995, resmi mempersunting aktris cantik papan atas Jessica Mila pada 6 Mei 2023. Menariknya, Yakup juga mengikuti jejak emas sang ayah sebagai pengacara setelah lulus dari Universitas Indonesia (UI) dan New York University (NYU) School of Law.
Kini, di bawah pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming, Otto Hasibuan mengemban tugas yang jauh lebih besar. Dari seorang advokat yang membela hak-hak klien di pengadilan, ia kini melangkah ke pusat kebijakan untuk menata kembali sistem hukum, HAM, dan imigrasi demi kemajuan bangsa. (*)
Editor : Bambang Harianto