Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Bantah Ada Kecurangan SPMB

Reporter : Mahmud
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur (Jatim), Aries Agung Paewai membantah ada dugaan kecurangan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025. Sebelumnya, dugaan kecurangan tersebut diutarakan oleh orang tua calon siswa, yakni Yossy Chandra Kurniawarta dan Irvan Vidian.

Menurut Aries Agung Paewai, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) berlaku dari tanggal 2 sampai 3 Juni 2025, mulai pukul 01.00 dan berakhir pukul 23.59. Sistem tersebut berjalan otomatis.

Baca juga: Sidang Dua Aktivis Mahasiswa Pemeras Kepala Dinas Pendidikan Jatim

“Nilai yang tertinggi, otomatis akan mempengaruhi perengkingan di sistem. Jadi, kalau ada yang mendaftar di saat detik-detik terakhir penutupan, maka otomatis akan menggeser yang nilainya di bawahnya,” ungkap Aries Agung Paewai saat dikonfirmasi pada Sabtu, 5 Juli 2025.

Aries Agung Paewai menjelaskan, SPMB berjalan otomatis tanpa intervensi dari siapapun karena berdasarkan nilai yang dimasukkan oleh calon murid.

“Kalau bergeser, berarti nilainya terkalahkan nilai lainnya. Kalau nilainya tinggi, pasti akan masuk dan bertahan di posisi yang akan diterima. Saran saya, bagi orang tua yang anaknya belum diterima, sabar. Karena masih ada sistem pemenuhan kuota. Kalau nanti kuota sekolah tidak terpenuhi, tapi itu tetap berdasarkan urutan ranking yang sudah terurut di Sistem Penerimaan Murid Baru,” jelas Aries Agung Paewai.

Sebelumnya diberitakan di Lintasperkoro.com, Yossy Chandra Kurniawarta selaku orangtua dari Ananda Nussy Apriliano mengungkap dugaan kecurangan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025 di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Ananda Nussy Apriliano merupakan calon siswa yang melakukan pendaftaran tahap 4 jalur nilai prestasi akademik SMK (Sekolah Menengah Kejuruan).

Pasca lulus dari Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 33 Surabaya, Ananda Nussy Apriliano mendaftar ke tiga SMK dengan beda jurusan, yaitu SMKN 2 Surabaya jurusan Teknik Mesin, SMKN 7 Surabaya jurusan Tata Ruang/pemanas, dan SMKN 3 Surabaya jurusan audiovisual.

Dari 2 SMKN Surabaya tersebut, Ananda Nussy Apriliano menjatuhkan pilihan ke SMKN 3 Surabaya. Alasannya, jurusan audiovisual di SMKN 3 Surabaya punya patokan nilai akademik terendah sekitar 87. Sedangkan nilai akademik Ananda Nussy Apriliano 88,26. Dengan patokan itu, Yossy Chandra Kurniawarta yakin anaknya punya peluang besar untuk lolos seleksi masuk SMKN 3 Surabaya melalui SPMB.

Pendaftaran tahap 4 jalur nilai prestasi akademik SMK dimulai pada Rabu (2/72025) pukul 00.00 dan ditutup pada Kamis (3/7/2025) 21.00. Pendaftaran secara online melalui portal Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di spmbjatim.net.

Pengumuman tahap 4 jalur nilai prestasi akademik SMK pada Jumat, 4 Juli 2025 pukul 08.00 secara online. Dan daftar ulang dilaksanakan pada Jumat sampai dengan Sabtu (4-5 Juli 2025) pukul 09.00 - 16.00.

Yossy Chandra Kurniawarta selaku orangtua dari Ananda Nussy Apriliano berkata, dia mendaftarkan putranya melalui SPMB secara online dengan mengikuti prosedur sesuai petunjuk dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Berkas dan semua tahapan telah dipenuhinya.

Setelah mendaftarkan anaknya melalui program SPMB secara online, Yossy Chandra Kurniawarta sering memantau proses seleksinya. Satu jam sebelum pendaftaran ditutup atau pada Kamis (3/7/2025) pukul 20.00, posisi Ananda Nussy Apriliano berada di peringkat 20 dari 67 pendaftar di SMKN 3 Surabaya. Peringkat tersebut masuk kategori lolos.

Kemudian pada saat tutup pendaftaran pada pukul 21.00 WIB, posisi Ananda Nussy Apriliano bergeser ke peringkat 27, dan masih kategori lolos di SMKN 3 Surabaya jurusan audiovisual. 

Selepas penutupan pendaftaran atau di atas jam 21.00, Yossy Chandra Kurniawarta mendeteksi ada gelagat yang tidak beres dalam program SPMB di Dinas Pendidikan Jawa Timur pada tahap 4 jalur nilai prestasi akademik SMK. Yossy Chandra Kurniawarta melihat dalam program SPMB terdapat pergerakan statistik para peserta calon siswa. 

"Program SPMB tidak beres. Harusnya tepat jam 21.00, program SPMB berhenti karena sudah penutupan pendaftaran. Yang terjadi bukan dihentikan, tapi 'dipause', lalu diteruskan berjalan," kata Yossy.

Bukti indikasi kecurangan itu, diungkap Yossy setelah penutupan pendaftaran jam 21.00, anaknya yang seharusnya masuk dalam daftar sebagai siswa yang lolos SPMB, tiba-tiba terdepak. Kronologinya dijelaskan Yossy, bermula setelah penutupan pendaftaran jam 21.00. Anaknya saat itu berada di urutan ke-27. Dan masih masuk dalam daftar. Sebagai bukti, Yossy mengambil foto SPMB pada saat di urutan tersebut.

Pada jam 22.00, Yossy masih memantau SPMB online. Dan nama Ananda Nussy Apriliano masih diurutan ke-27. Satu jam kemudian atau jam 23.00, Yossy memantau lagi SPMB online. Nama Ananda Nussy Apriliano masih masuk dalam daftar penerimaan.

Yossy bersyukur karena anaknya bisa masuk daftar penerimaan. Yossy mulai tenang dari sebelumnya was-was karena khawatir anaknya tidak lolos seleksi SPBM.

Tapi, ketenangan Yossy hanya berlangsung sesaat. Sekitar pukul 23.30 saat Yossy memantau lagi di SPMB, nama Ananda Nussy Apriliano hilang dari daftar. Yossy pun menghubungi beberapa orang tua yang anaknya ikut mendaftar SPMB. 

Menurut Yossy, beberapa orang tua calon siswa juga mengungkap kejadian serupa, nama anak mereka didepak dari daftar.

"Ketika saya periksa kembali di SPMB, nama anak saya dan juga nama anak tetangga saya yang sebelumnya tercantum, tiba-tiba menghilang dari daftar. Padahal, posisi siswa di atas nama anaknya yang juga sempat bergeser, masih tetap ada. Ini sudah tidak beres," tegas Yossy.

Situasi ini pun membuat gaduh para calon siswa lain yang sebelumnya nama mereka masuk daftar penerimaan kemudian hilang. Tidak cuma anak Yossy, ada juga anak Irvan Vidian, yaitu Carenina Narindy Pramitha.

Carenina Narindy Pramitha mendaftar SPMB di SMKN 6 Surabaya. Dia lulusan SMPN 46 Surabaya. Irvan Vidian menilai, ada dugaan kecurangan dalam SPMB 2025 tahap 4 jalur nilai prestasi akademik SMK.

"Pada Kamis pendaftaran terakhir dan sistem harusnya closed jam 21.00. Jam 21.00 itu harusnya tidak ada penambahan data calon siswa. Tapi jam 21.00 lebih, masih ada tambahan data, sehingga anak saya tergeser. Alasan nilai," jelas Irvan.

Baca juga: Dua Direktur Perusahaan Rekanan Dinas Pendidikan Jatim Ditahan Kejaksaan

Irvan mendapati kejanggalan dalam SPMB ketika dirinya melihat pergerakan data di SPMB sampai pukul 23.30 WIB. Harusnya, data masuk dihentikan sampai batas waktu pendaftaran pada pukul 21.00. Ternyata sampai pukul 23.30 WIB, masih ada data yang masuk, sehingga beberapa data yang lama tergeser termasuk anaknya.

Ia menduga adanya input data siswa baru atau data yang sebelumnya tidak masuk sistem, dilakukan pergeseran sepihak oleh operator yang sudah diberi tanggungjawab operasional data sistem. Jika memang itu terjadi, akan menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan di Jawa Timur.

Dalam hal ini, menurut Irvan, ada kaitan juga dengan siswa "titipan" dari pejabat atau pihak-pihak yang punya pengaruh dalam kekuasaan. Dan yang lazim ialah dugaan jual beli pagu atau kursi kosong.

"Kalau memang ini ada hubungannya dengan jual beli pagu atau apalah namanya, ya jangan seperti ini. Jangan menggeser siswa yang sudah diterima. Selama ini, dugaan jual beli pagu atau kursi itu bukan rahasia, hampir semua orang tahu. Baik lewat jalur Dewan atau jalur dinas. Itu sudah umum," ujar Irvan.

Menurut Irvan, anaknya, Carenina Narindy Pramitha mendaftar SPMB di SMKN 6 Surabaya. Pada Kamis saat penutupan jam 21.00, anaknya masuk dalam daftar siswi yang diterima. Saat dicek di website SPMB pada pukul 22.30 WIB, Carenina Narindy Pramitha masih masuk dalam data.

Kemudian sekitar pukul 23.30 WIB, Carenina Narindy Pramitha menerima pesan WhatsApp dari temannya yang mengabarkan bahwa datanya hilang. Padahal sebelumnya, teman-teman Carenina Narindy Pramitha sudah memberi selamat kepadanya. 

"'Selamat ya kamu diterima di SMK 6.' Itu ucapan teman-temannya. Karena mereka juga memantau antar teman. Guru juga memantau. Tiba-tiba hilang data anak saya. Ini kejanggalannya," herannya.

Irvan, yang berprofesi sebagai programmer menilai kejadian ini tidak masuk akal. Karena query atau proses dalam pengambilan data maupun informasi yang berasal dari database SPMB memakan waktu lebih dari 2 jam, dari jam 21.00 sampai jam 22.00 lebih.

"Query kalau berupa data angka-angka, itu saya rasa tidak membutuhkan waktu sampai 2 jam lebih. Kalau durasi hanya data masuk sekian saja dengan waktu sampai 2 jam setengah itu tidak masuk akal. Kemungkinan input manual juga bisa, kalau kita berpikir paling buruknya," katanya.

"Ya, ini sudah permainan internal, karena kita kan sudah paham bahwa kursi itu banyak dijual. Bahkan juga diberitakan di media, Wakil Ketua DPRD Banten dipecat karena memberikan rekomendasi. Selama ini kan rekomendasinya juga ada dugaan memang memakai," ungkapnya.

Dampak dari itu, Irvan mengaku jika putrinya terpukul secara psikologis. Di lingkungannya merasa malu. Meski ke sekolah swasta bisa, tapi tidak dengan cara menggugurkan melalui dugaan kecurangan.

Untuk memperoleh informasi terkait dengan SPMB yang dinilai ada kecurangan, Irvan Vidian dan Yossy mendatangi kantor Dinas Pendidikan Jawa Timur di Jalan Genteng Kali Surabaya. Disana, Irvan Vidian dan Yossy ditemui oleh petugas layanan Dapodik Dinas Pendidikan Jawa Timur bernama Khairil.

Baca juga: Saiful Rachman Jadi Tersangka Kasus Korupsi di Dinas Pendidikan Jawa Timur

Kepada Irvan Vidian dan Yossy, Khairil berkata jika pengumuman hasil seleksi SPMB dilakukan pada Jumat (4/7/2025) mulai pukul 08.00 WIB. Terkait dengan masih ada perubahan data setelah penutupan pendaftaran SPMB pukul 21.00 WIB , Khairil berdalih jika ada data pendaftar terlambat masuk.

Khairil kemudian mengarahkan Irvan Vidian dan Yossy untuk meminta penjelasan lengkap ke bagian Operator SPMB di UPT Kantor Dinas Pendidikan Jawa Timur, di Jalan Jagir Wonokromo Surabaya.

Irvan Vidian dan Yossy pergi ke UPT Kantor Dinas Pendidikan Jawa Timur di Jalan Jagir Wonokromo Surabaya. Di kantor tersebut, Irvan Vidian dan Yossy diarahkan ke Posko Pelayanan SPMB jenjang SMAN & SMKN tahun ajaran 2025/2026.

Saat tiba di ruangan tersebut, ternyata tidak ada orang. Pintu utama ditutup. Padahal saat itu, jam masih 15.00 WIB. Sedangkan operasional layanan dari tanggal 19 Mei – 8 Juli 2025 mulai pukul 08.00 – 16.00 WIB.

“Ini sudah tidak beres. Layanan sampai jam 16.00 WIB, tapi jam 15.00 WIB sudah tutup,” ujar Yossy kecewa.

Lalu Yossy dan Irvan Vidian kembali ke kantor utama. Lalu petugas di kantor utama mengarahkan lagi ke Posko Pelayanan. Saat tiba di Posko Pelayanan sekitar jam 15.40 WIB, Yossy dan Irvan Vidian ditemui oleh 3 orang perwakilan Operator SPMB.

Yossy dan Irvan Vidian memaparkan peristiwa dugaan kecurangan dalam SPMB online di Dinas Pendidikan Jawa Timur, termasuk pula perubahan data setelah penutupan pendaftaran SPMB.

Salah satu perwakilan Operator SPMB tersebut bersikukuh bahwa mereka melaksanakan tugas sesuai dengan prosedur. Bahkan, mereka tidak mau disalahkan terkait perubahan data calon siswa setelah penutupan pendaftaran.

Alasannya, karena masih ada calon siswa yang mendaftar beberapa menit menjelas penutupan pendaftaran.

“Yang daftar mendekati jam 9 (21.00) itu banyak. Bisa jadi itu nilainya tinggi. Makanya, pengumuman jam 8 pagi setelah penutupan pendaftaran,” jelas salah satu Operator SPMB.

Disebut ada dugaan manipulasi oleh pihak operator SPMB, dia tidak terima. Menurutnya, di dalam query mencapai ribuan data calon siswa.

“Jika di dalam query hanya 100-an data tidak masalah. Ini ribuan data. Memang jam 9 kita closed. Setelah itu ada regrade ulang. Jadi jam 8 pagi pengumumannya,” jelasnya. (*)

Editor : Zainuddin Qodir

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru