Delapan sekrup titanium yang tertanam di sekitar rongga matanya menjadi langkah pertama agar Chrissy Steltz bisa, setelah sebelas tahun, keluar ke jalan tanpa masker yang menutupi wajahnya.
Chrissy berusia 16 tahun ketika, pada sebuah pesta di bulan Maret 1999, sebuah senapan yang seseorang anggap kosong itu menembaknya dari jarak dekat. Dia selamat, tapi kehilangan penglihatan dan sebagian besar wajahnya.
Baca juga: Polres Garut Tangkap Pelaku Kekerasan Seksual di Area Pantai Ciawi
Sejak saat itu dimulailah sebuah kehidupan yang harus dia bangun ulang hampir sepenuhnya: belajar bergerak tanpa melihat, membaca dengan huruf braille, berdiri tegak tanpa acuan yang diberikan oleh pandangan ke dunia. Dan selalu keluar dengan masker hitam tidur yang menutupi wajahnya, bukan karena pilihan estetika, melainkan karena dia lebih suka bersembunyi daripada menahan rasa ingin tahu orang lain.
Selama sebelas tahun itu, hidupnya tetap berjalan maju dengan segala cara. Dia bertemu dengan seorang pria yang juga buta, mereka saling jatuh cinta, membentuk keluarga, dan memiliki seorang anak laki-laki yang mereka beri nama Geoffrey, seperti nama ayahnya.
Pada tahun 2010 muncul sesuatu yang belum Chrissy miliki selama lebih dari satu dekade: kemungkinan nyata untuk melepaskan masker itu. Sebuah tim medis, yang dipimpin oleh ahli bedah Eric Dierks, mulai bekerja pada sebuah prostesis wajah yang dirancang khusus untuknya.
Baca juga: Laporan Kekerasan Seksual di Polres Mojokerto Kota Ditindaklanjuti Setelah Viral
Mereka tidak bisa mengembalikan wajahnya seperti sebelum ditembak. Mereka bisa membangun yang baru, dan mereka melakukannya dengan menggunakan foto-fotonya saat berusia 16 tahun, yang diinjak-usulkan agar sesuai dengan perjalanan waktu, hingga memodelkan fitur-fitur yang menyesuaikan dengan sisa struktur tulangnya.
Mereka memasang delapan implan di sekitar rongga matanya, dan prostesis akhirnya dipasang dengan bantuan iman kecil. Hanya proses pembentukannya saja memakan waktu empat hari kerja.
Baca juga: Polda Metro Jaya Tangkap Terduga Pelaku Penyiksaan Setelah Viral
Ketika akhirnya siap, Chrissy keluar ke dunia menunjukkan wajah yang lengkap untuk pertama kalinya dalam sebelas tahun. Anaknya, yang tumbuh besar hanya mengenal masker itu, mulai melihat sejak saat itu sesuatu yang dia sendiri tidak akan pernah bisa dengan matanya sendiri: bagaimana senyumnya saat memandangnya.
Chrissy tidak mendapatkan kembali apa yang hilang saat berusia 16 tahun. Dia pun tidak membutuhkannya. Setelah sebelas tahun di balik masker, dia akhirnya mendapatkan sesuatu yang terlalu lama dia tunggu: keluar tanpa harus bersembunyi. (*)
Editor : S. Anwar