Sosok di Balik Suksesnya Restoran Kepiting Cak Gundul

Reporter : Ach. Maret S.
H Maksum

Restoran Kepiting Cak Gundul sudah tidak asing lagi bagi pecinta kuliner seafood. Berdiri sejak tahun 1992, Restoran Kepiting Cak Gundul sudah dihampiri oleh beberapa pesohor. Diantaranya Agnes Monica, Uut Permatasari, Rossa, dan beberapa lainnya.

Terletak di Jalan Raya Pandaan, Kabupaten Pasuruan, hampir tiap hari Restoran Kepiting Cak Gundul tidak sepi pengunjung. Lalu siapa pemilik Restoran Kepiting Cak Gundul dan mengapa diberi nama Restoran Kepiting Cak Gundul?

Ternyata, pemilik Restoran Kepiting Cak Gundul bernama asli H Maksum. Restoran Kepiting Cak Gundul sebutan untuk usaha kulinernya. Diberi nama Restoran Kepiting Cak Gundul karena Maksum kepalanya selalu gundul.

“Tiap 2 hari potong rambut,” kata H Maksum dalam salah satu wawancara pada Senin, 4 Agustus 2025.

H Maksum bercerita, pertama kali buka usaha kuliner di Jalan Raya Pandaan pada tahun 1992. Setelah usahanya berkembang, kemudian Restoran Kepiting Cak Gundul buka cabang di Kota Surabaya.

“Di Surabaya pindah 6 kali. Ada di Surabaya Timur daerah Kertajaya. Keseluruhan ada 4 cabang, pusatnya di Pandaan. Di Surabaya Barat di Kupang Indah. Cabang Semarang di Jalan Siliwangi. Di Jogja ada di Jalan Watu Gede,” jelasnya.

Restoran Kepiting Cak Gundul dipercaya pelanggannya karena menyajikan kepiting kualitas. Bumbunya juga pilihan. Menurut H Maksum, kepiting yang dimasak di Restoran Kepiting Cak Gundul merupakan kepiting super bukan kepiting kelas pasar.

Jika hari biasa, kurang lebih 40 kg kepiting habis. Berbeda dengan weekend atau Sabtu dan Minggu yang menghabiskan kurang lebih 100 kg kepiting.

“Itu hanya di Pandaan saja. Best seller Restoran Kepiting Cak Gundul yaitu kepiting super asam manis. Saat ini ada kepiting promo dan masuk paket. Paket A bisa untuk 3-4 orang harganya Rp 300 ribu. Paket B bisa untuk 3-4 orang harganya Rp 250 ribu. Paket C bisa untuk 2 orang, harganya Rp 150 ribu,” jelasnya sambil promosi.

H Maksum menyampaikan, usahanya bisa bertahand dan buka cabang karena memegang prinsip, yaitu berangkat dari niat.

“Walaupun saya gak sekolah, ada niat untuk bisa buka usaha,” ujarnya. (*)

Editor : S. Anwar

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru