Teknisi Mesin PT Sun Paper Source asal China Tewas Kecelakaan Kerja

Reporter : Arif yulianto
Pabrik PT Sun Paper Source. Inzet : Hendro Djarot

Kecelakaan kerja di pabrik tisu, PT Sun Paper Source, salah satu perusahaan penerima Fasilitas Kawasan Berikat yang beralamat di Jalan Raya Kembangsri nomor 100, Desa Sukoanyar, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, pada Sabtu dini hari, 21 Maret 2026. Satu pekerja tewas, yaitu jenis kelamin laki-laki, warga negara China.

Pekerja yang tewas merupakan teknisi mesin PT Sun Paper Source yang didatangkan dari China. Inisialnya HB, usia 33 tahun. HB tewas diduga setelah tangannya terseret mesin produksi yang sedang diperbaikinya.

Baca juga: Petaka di Masjid Girilaya Surabaya, 1 Korban Tewas

Pihak PT Sun Paper Source melalui Manager Human Resource-General Affair (HR-GA) Mekabox Internasional, Hendro Djarot tidak menampik atas kejadian tewasnya teknisi mesin PT Sun Paper Source asal China tersebut. 

“Dia bukan karyawan kita, tapi dari pemilik mesin. Kami berduka cita,” kata Hendro Djarot kepada wartawan dilakukan pemeriksaan oleh pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur pada Selasa, 31 Maret 2026.

Terkait hak-hak dari korban tewas inisial HB, Hendro Djarot berkata, pihak PT Sun Paper Source telah memberikan kompensasi kepada keluarga korban HB, termasuk penanganan jenazahnya. 

“Semua sudah kami selesaikan. Ini musibah, dan semua orang tidak mau. Tapi kewajiban kita dari sisi kemanusiaan sudah kami lakukan,” ujar Hendro Djarot.

Pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur melalui Taufik Hidayat selaku Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan usai melakukan pemeriksaan di lokasi tewasnya HB menjelaskan, bahwa kecelakaan yang terjadi dan menewaskan HB termasuk kategori unsafe security, yaitu perilaku pekerja yang menyimpang dari prosedur keselamatan (SOP), seperti melepas alat pengaman atau tidak memakai APD, yang memicu kecelakaan.

Baca juga: Kecelakaan Kerja di PT Multi Manao Indonesia, Satu Pekerja Dilaporkan Tewas

“Itu tindakan yang  tidak aman. Kecerobohan. Teman-temannya tidak menegur karena sudah ada tulisan hati-hati tangan kejepit. Dia teknisi mesin. Mesin bawaan China. Secara teknis, mereka lebih tahu. Cuma dalam praktiknya seperti itu (unsafe security),” kata Taufik Hidayat.

Dari pihak penegak hukum, Kapolres Mojokerto, AKBP Andi Yudha Pranata menjelaskan bahwa kecelakaan kerja yang menimpa teknisi mesin PT Sun Paper Source asal China tersebut terjadi sekitar pukul 03.40 WIB. Saat itu, ketika aktivitas pabrik PT Sun Paper Source masih berjalan.

“Dugaan kami, berkaitan dengan mesin Rewinder A (penggulung Rol) mengalami trouble dan diperbaiki oleh korban selaku mekanik mesin. Saat itu tangan kanan korban diduga masuk ke dalam mesin dan tertarik. Rekan kerjanya sempat memberikan pertolongan dan membawa HB ke RS Mawaddah Medika, namun nyawanya tidak tertolong. Korban meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit," jelas Kapolres Mojokerto pada Sabtu, 28 Maret 2026. 

Pihak Polres Mojokerto telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk mendalami apakah ada kelalaian atau pelanggaran prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3) untuk menemukan unsur pidananya. Selama proses pemeriksaan, mesin tempat HB tewas dipasang police line. 

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Mojokerto menyebutkan, bahwa HB bukan pekerja PT Sun Paper Source. Diduga, ada penyalahgunaan visa yang dilakukan oleh HB.

Sebab, temuan Disnaker Mojokerto, HB memakai Visa C20, yakni visa kunjungan.

"Korban datang sebagai satu paket dari mesin yang dibeli perusahaan," kata Kepala Disnaker Mojokerto Yoi Afrida. (*)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru