Fasilitas pengolahan gas Meleiha di Mesir akan memulai operasi pada September 2026. Beroperasinya fasilitas pengolahan gas Meleiha menjadi elemen penting dalam upaya Mesir meningkatkan ketersediaan gas alam domestik.
Proyek ini sangat relevan bagi industri pupuk karena gas alam merupakan bahan baku utama untuk produksi amonia dan urea. Fasilitas pengolahan gas Meleiha tahap kedua ini memiliki kapasitas desain sebesar 100 juta kaki kubik per hari (MMcf/d).
Baca juga: Broxmen Industrial Park akan Investasikan dalam Proyek Pupuk di Zimbabwe
Setelah perluasan ini terintegrasi, total produksi gas Agiba Petroleum ditargetkan mencapai sekitar 125 MMcf/d pada Tahun Fiskal 2026/27, dibandingkan dengan sekitar 55 MMcf/d saat ini.
Angka tersebut mencerminkan potensi peningkatan produksi gas sekitar 70 MMcf/d dari tingkat saat ini, menjadikan proyek ini signifikan tidak hanya bagi sektor hulu Mesir, tetapi juga bagi neraca gas domestik negara tersebut secara keseluruhan.
Waktu pelaksanaan proyek ini sangat krusial bagi industri pupuk. Produsen amonia dan urea di Mesir belakangan ini menghadapi kendala pasokan gas yang berdampak pada produksi di pabrik-pabrik pupuk utama. Dalam industri di mana ketersediaan gas alam secara langsung memengaruhi tingkat operasional, setiap peningkatan berkelanjutan dalam pasokan gas domestik dapat membantu meringankan tekanan terkait bahan baku dan mengurangi risiko gangguan produksi.
Baca juga: Eksepsi Diterima Hakim, Direktur Utama PT Multi Alam Raya Sejahtera Bebas
Hal ini tidak berarti bahwa tambahan gas tersebut akan dialokasikan secara langsung ke pabrik pupuk. Signifikansinya bagi urea lebih luas: peningkatan produksi gas domestik dapat memperbaiki neraca gas secara keseluruhan dan berpotensi membuka peluang lebih besar bagi industri yang intensif menggunakan gas, termasuk produksi amonia dan urea.
Lebih banyak gas domestik kemudian ketersediaan bahan baku lebih besar, dan risiko gangguan produksi urea lebih rendah. Oleh karena itu, bagi pasar urea internasional, perkembangan ini patut dicermati.
Mesir merupakan negara produsen dan eksportir urea yang penting; dengan demikian, peningkatan ketersediaan gas domestik yang berkelanjutan pada akhirnya dapat mendukung tingkat operasional pabrik pupuk yang lebih tinggi serta ketersediaan pasokan untuk ekspor yang lebih konsisten. Namun, perbedaan antara pasokan potensial dan pasokan yang telah dipastikan tetaplah penting. Beroperasinya fasilitas Meleiha merupakan sinyal positif jangka menengah bagi industri urea Mesir, namun hal itu dengan sendirinya tidak menjamin peningkatan ekspor urea Mesir dalam waktu dekat.
Baca juga: 2 Direksi PT Multi Alam Raya Sejahtera Didakwa Produksi Pupuk Tak Sesuai Mutu
Sinyal pasar penting berikutnya adalah apakah peningkatan ketersediaan gas akan berdampak pada naiknya tingkat operasional di pabrik-pabrik utama amonia dan urea Mesir.
Bagi para pedagang pupuk, pesannya semakin jelas : kisah mengenai gas di Mesir kini mulai beralih menjadi kisah mengenai urea. (*)
Editor : Junaidi