Bagi kalangan pesantren dan warga Nahdliyin, nama Al-Barzanji tentu sudah sangat akrab. Kitab ini hampir selalu dibaca dalam peringatan Maulid Nabi, malam Jumat, aqiqah, khitanan, hingga berbagai majelis shalawat.
Namun, tidak semua orang mengetahui siapa sosok agung di balik karya yang begitu dicintai umat Islam ini.
Baca juga: Tangan Tuhan
Beliau adalah Sayyid Zainal ‘Abidin Ja‘far bin Hasan al-Barzanji, seorang ulama besar keturunan Rasulullah SAW yang lahir di Madinah al-Munawwarah pada abad ke-18. Beliau dikenal sebagai Mufti Mazhab Syafi‘i, khatib Masjid Nabawi, ahli ilmu, ahli ibadah, serta pecinta Rasulullah SAW yang sejati.
Karya monumentalnya berjudul ‘Iqd al-Jawahir fi Mawlid an-Nabiyy al-Azhar, namun lebih populer dengan nama Maulid Al-Barzanji.
Kitab ini berisi :
- Silsilah Nabi Muhammad SAW.
- Kisah kelahiran beliau.
- Perjalanan dakwah Rasulullah SAW.
- Akhlak dan kemuliaan beliau.
Baca juga: Melaksanakan Perintah Sampaikanlah Ilmu walau Satu Ayat
- Doa-doa dan pujian penuh mahabbah.
- Hingga kisah wafat Rasulullah SAW.
Maulid Al-Barzanji ditulis sebagai ungkapan cinta kepada Nabi Muhammad SAW dan sebagai sarana menumbuhkan mahabbah umat kepada junjungan alam semesta.
Di Indonesia, khususnya di lingkungan pesantren, kitab ini telah menjadi bagian dari tradisi Islam Ahlussunnah wal Jama‘ah. Lantunannya menggema di masjid, mushalla, dan pesantren, menghadirkan suasana penuh shalawat dan kerinduan kepada Rasulullah SAW.
Baca juga: Peringatan Maulid Nabi Muhamad SAW di Korem Bhaskara Jaya
Para masyayikh sering dawuh :
“Man ahabba syai’an aktsara min dzikrihi.”
Barang siapa mencintai sesuatu, niscaya ia akan banyak menyebutnya.
Sayyid Ja‘far al-Barzanji wafat pada tahun 1177 H dan dimakamkan di Jannatul Baqi’, Madinah al-Munawwarah, berdampingan dengan para ahlul bait Rasulullah SAW dan ulama besar Islam. (*)
Editor : S. Anwar