PKM Universitas Narotama Terapkan Teknologi Tepat Guna untuk Produksi Batik Busidin

avatar M Ruslan
  • URL berhasil dicopy
Tim PKM Universitas Narotama memperkenalkan alat produksi batik ramah lingkungan
Tim PKM Universitas Narotama memperkenalkan alat produksi batik ramah lingkungan
grosir-buah-surabaya

Kabupaten Bangkalan di Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur, dikenal sebagai salah satu penghasil kerajinan batik. Pusat kerajinan batik yang terkenal di Kabupaten Bangkalan berada di Desa Tanjung Bumi, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan.

Puluhan pengrajin batik dalam skala usaha mikro kecil menengah (UMKM) berada di Desa Tanjung Bumi. Produk batik Tanjung Bumi dikenal hingga ke pasar manca negara. Namun ada beberapa kendala dalam pengembangannya, salah satunya ialah tingginya biaya produksi dan kesehatan pekerjanya yang sering terpapar bahan kimia.

Atas kondisi itu, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Narotama Surabaya hadir memberikan solusi melalui penerapan inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) ramah lingkungan dan sistem manajemen produksi bersih. Teknologi tersebut diperkenalkan kepada UMKM Batik Busidin, Desa Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan pada 12 Agustus 2026.

Kegiatan dipimpin oleh Dr Sugito Muzaqi, S.H.I., M.Pd., bersama anggota tim yang terdiri dari Putri Zanufa Sari dan Maulana Rizqi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tersebut mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek). 

Dalam pelaksanaannya, tim pengusul menyerahkan dan melatih penggunaan dua perangkat teknologi utama berbasis hardware, yaitu alat pelorotan (lorot) hemat energi serta sistem fiksasi warna berbasis pengendalian suhu. Pelatihan ini diikuti secara aktif oleh pemilik dan para pengrajin Batik Busidin. 

Menurut Dr. Sugito Muzaqi, kegiatan ini dihadirkan guna mengatasi hambatan efisiensi produksi yang sebelumnya masih dilakukan secara manual, sekaligus meminimalkan risiko kesehatan pekerja akibat paparan bahan kimia. 

"Penggunaan teknologi tepat guna ini tidak hanya mempermudah dan mempercepat proses lorot serta fiksasi batik, tetapi juga membantu UMKM menghasilkan produk yang lebih berkualitas dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan serta kesehatan para pengrajin," ujar Dr. Sugito Muzaqi. 

Selain penyerahan alat, tim Universitas Narotama juga memberikan pendampingan perangkat lunak (software) berupa penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi, panduan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), pengelolaan limbah, hingga pelatihan pemasaran digital dan pembukuan usaha. 

Penerapan inovasi ini terbukti memberikan dampak positif bagi perkembangan usaha Batik Busidin. Kepatuhan pengrajin terhadap SOP produksi, pengelolaan lingkungan, serta penerapan K3 mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Efisiensi proses ini juga berhasil meningkatkan kapasitas produksi kain batik secara berkala, sekaligus mendongkrak omzet usaha secara berkelanjutan. 

Pihak UMKM Batik Busidin, yang merupakan industri rumah tangga yang berfokus pada pelestarian Batik Gentongan dengan dominasi pemanfaatan bahan pewarna alami, menyambut positif inisiatif ini dan menyampaikan apresiasi kepada tim Universitas Narotama serta Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek yang telah mendukung pendanaan dan pelaksanaan program PKM ini. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Narotama dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan kemandirian ekonomi lokal melalui inovasi berbasis green economy, agar produk Batik Gentongan khas Bangkalan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. (*)