Dari ritual dzikir malam para sufi Yaman, kopi menempuh perjalanan lebih dari 600 tahun hingga menjadi komoditas global. Setiap cangkir kopi hari ini menyimpan jejak ibadah yang tak banyak orang sadari.
Sekitar abad ke-15, para sufi di Yaman mengonsumsi kopi agar tetap terjaga sepanjang malam untuk berdzikir dan beribadah hingga subuh. Bagi mereka, kopi bukan sekadar minuman, tapi alat bantu menjaga kekhusyukan dalam ibadah.
Baca juga: Tipu Rianto dalam Jual Beli Kopi di Bondowoso, Islianto Dihukum 1 Tahun
Dari Yaman, kebiasaan ini menyebar mengikuti jalur ziarah. Tahun 1414, kopi sudah dikenal di Mekah, lalu awal 1500-an menyebar ke Kairo lewat pelabuhan Mokha, populer di kalangan pelajar sekitar Universitas Al-Azhar.
Kopi terus bergerak ke Damaskus dan Aleppo, sebelum akhirnya mencapai Istanbul, ibu kota Kesultanan Utsmaniyyah pada pertengahan abad ke-16. Di sanalah kopi menemukan rumah barunya yang paling berpengaruh
Tahun 1475, kedai bernama Kiva Han berdiri di Istanbul, kedai kopi pertama yang tercatat dalam sejarah dunia. Tempat ini menjelma jadi ruang sosial baru, tempat laki-laki berkumpul membahas politik, mendengarkan penyair, dan bermain catur.
Sejumlah ulama sempat mempersoalkan status kopi, sebagian menyamakan efeknya dengan minuman keras yang haram, bahkan hukuman mati sempat diberlakukan pada masa Sultan Murad IV. Namun larangan itu gagal total, dan ulama akhirnya sepakat kopi pada dasarnya diperbolehkan.
Baca juga: Oknum Penyidik Polda Lampung Diduga Peras Petani Kopi
Kopi masuk ke Eropa lewat dua jalur, jalur perdagangan Utsmaniyyah dan jalur laut langsung dari Kota Mokha yang diperebutkan Inggris dan Belanda. Momentum terbesarnya datang tahun 1669, ketika duta besar Utsmaniyyah memperkenalkan kopi kepada Raja Louis XIV di Paris.
Tahun 1683 setelah kegagalan pengepungan Utsmaniyyah di Wina, pasukan yang mundur meninggalkan karung-karung biji kopi. Dari situ, kedai kopi pertama di Eropa Tengah berdiri, cikal bakal budaya ngopi yang kelak menjalar ke seluruh benua.
*) Source :
Baca juga: Sejarah Kopi Berawal dari Ritual Suci
- Encyclopaedia Britannica, "History of Coffee": sufi Yaman, penyebaran ke dunia Islam & Eropa.
- Ralph S. Hattox, Coffee and Coffeehouses (University of Washington Press, 1985): akar akademik utama soal sufi Yaman & qahwa.
- Encyclopaedia Britannica: larangan kopi oleh otoritas Islam awal, serta Paus Clement VIII di Eropa.
Editor : S. Anwar