Di panggung bisnis nasional, nama Kalla Group sudah lama bergaung sebagai salah satu raksasa korporasi paling disegani, khususnya di Kawasan Timur Indonesia. Banyak orang mungkin mengira kejayaan konglomerat asal Makassar ini hanya digerakkan oleh sang tokoh nasional, Jusuf Kalla. Namun, ada satu sosok srikandi tangguh yang menjadi arsitek utama di balik modernisasi dan gurita bisnis Kalla Group. Ia adalah Fatimah Kalla.
Sebagai Chief Executive Officer (CEO) Kalla Group selama bertahun-tahun, adik kandung dari mantan Wakil Presiden RI ini berhasil membuktikan bahwa posisinya di puncak kepemimpinan murni karena kapasitas, nyali, dan visi bisnisnya yang tajam—bukan sekadar karena nama besar keluarga.
Baca juga: Penafsiran yang Keliru atas Pernyataan Jusuf Kalla
Meruntuhkan Stigma, Memodernisasi Bisnis Keluarga
Fatimah Kalla tumbuh dalam didikan ketat pasangan saudagar legendaris asal Bone, Haji Kalla dan Hajah Athirah. Ketika tampuk kepemimpinan bisnis keluarga bergeser ke generasinya, Fatimah menghadapi tantangan besar: mengubah budaya perusahaan keluarga tradisional menjadi korporasi modern berstandar global.
Di tangan dinginnya, Kalla Group mengalami lompatan radikal yang luar biasa. Dari yang semula dikenal kuat di sektor perdagangan tekstil dan otomotif (sebagai dealer utama Toyota di Sulawesi), perusahaan ini bertransformasi menjadi konglomerat lintas industri melalui berbagai gebrakan strategis:
Pionir Energi Bersih: Fatimah memimpin investasi masif dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Poso dan Toraja, menjadikan Kalla Group sebagai salah satu pemain swasta lokal terbesar di sektor energi terbarukan.
Infrastruktur & Properti: Ia sukses mengawal ekspansi ke bisnis konstruksi, semen, hingga properti komersial skala besar, termasuk pembangunan mal modern pertama di Makassar, Mal Ratu Indah (MaRI).
Profesionalisme Tata Kelola: Ia merombak manajemen dengan menerapkan prinsip Good Corporate Governance, merekrut profesional terbaik, dan mendigitalisasi seluruh lini bisnis korporasi.
Kepemimpinan Humanis dari Timur
Di dunia industri berat yang kerap didominasi laki-laki, Fatimah Kalla tampil dengan gaya kepemimpinan yang khas: tegas, teliti, namun tetap humanis. Ia menaruh perhatian besar pada kesejahteraan karyawan dan pemberdayaan ekonomi umat melalui Yayasan Hadji Kalla. Bagi Fatimah, bisnis bukan sekadar berburu profit, melainkan alat untuk memberi kemaslahatan dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat luas.
Kini, setelah sukses membawa Kalla Group naik kelas ke level nasional, Fatimah mulai mempersiapkan transisi kepemimpinan ke generasi ketiga. Kisah hidupnya menjadi inspirasi hidup bagi seluruh perempuan di Indonesia bahwa dengan integritas dan ketekunan, seorang wanita mampu menakhodai gurita bisnis bernilai triliunan rupiah dengan sangat sukses. (*)
Editor : S. Anwar