Sering kita mendengar atau bahkan merasakan sendiri bahwa ketika seseorang telah meninggal dunia, jasadnya terasa lebih berat saat diangkat. Padahal, jika dilihat secara kenyataan, berat badan seseorang tidak bertambah hanya karena kematian. Lalu, apa sebenarnya penyebabnya?
Secara umum, hal ini kembali kepada sebab-sebab yang bersifat fisik (sunatullah). Ketika seseorang masih hidup, tubuhnya memiliki tonus otot—yaitu ketegangan alami yang membantu menopang posisi tubuh. Bahkan orang yang lemah atau pingsan pun masih memiliki sedikit kemampuan tubuh untuk menyesuaikan posisi.
Baca juga: Tasbih Malaikat
Namun ketika seseorang telah meninggal, seluruh ototnya menjadi benar-benar lemas. Tubuh tidak lagi memberikan respon apa pun. Inilah yang disebut sebagai “beban mati” (dead weight), di mana seluruh berat tubuh jatuh tanpa ada bantuan sedikit pun. Akibatnya, orang yang mengangkat akan merasakan seolah-olah bebannya lebih berat, padahal sebenarnya tidak bertambah.
Selain itu, tubuh mayat juga tidak bisa menjaga keseimbangan. Beratnya tersebar dan tidak terkoordinasi, sehingga sulit dipegang dan diangkat dengan nyaman. Ini semakin menambah kesan “berat” bagi yang mengangkatnya.
Lalu, bagaimana dengan anggapan bahwa mayat menjadi berat karena dosa?
Dalam pemahaman Ahlus Sunnah, anggapan ini tidak memiliki dalil yang shahih. Tidak ada satu pun ayat Al-Qur’an atau hadits yang menyatakan bahwa dosa seseorang menyebabkan jasadnya menjadi berat saat diangkat.
Rasulullah SAW memang menjelaskan tentang perbedaan keadaan manusia setelah meninggal—bahwa ruh orang beriman dimuliakan dan ruh orang yang buruk akan mengalami kesulitan. Namun semua itu berkaitan dengan ruh dan alam barzakh, bukan dengan berat jasad di dunia.
Allah SWT berfirman:
Baca juga: Imam Ahmad bin Hanbal Terusir dari Masjid
"Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit."
(QS. Al-Isra’: 85)
Ayat ini mengajarkan bahwa perkara ghaib harus dibatasi dengan wahyu. Kita tidak boleh menetapkan sebab-sebab yang tidak ada dalilnya.
Dalam kaidah Ahlus Sunnah disebutkan: “Perkara ghaib tidak boleh ditetapkan kecuali dengan dalil.”
Baca juga: Istidraj Paling Hina ialah Miskin Tapi Tinggalkan Sholat
Maka, mengaitkan beratnya mayat dengan dosa adalah keyakinan yang tidak berdasar dan tidak boleh diyakini.
Kesimpulannya, jasad manusia tidak menjadi lebih berat setelah meninggal. Rasa berat itu muncul karena tubuh sudah tidak memiliki kekuatan, tidak bisa menopang diri, dan menjadi beban pasif sepenuhnya. Adapun mengaitkannya dengan dosa, maka itu tidak memiliki landasan dalam Al-Qur’an maupun hadits shahih.
Semoga kita diberi pemahaman yang benar dan dijauhkan dari perkataan tanpa ilmu. (*)
Editor : Bambang Harianto