7 Rekomendasi Tontonan Film Bertema Peradilan

Reporter : Redaksi
Poster film 12 Angry Men

Masyarakat atau pegiat hukum yang ingin menambah pengetahuan tentang peradilan, tidak ada salahnya jika menonton film-film yang berkisah tentang hukum dan peradilan. Film-film tersebut layak ditonton meski film jadul. Namun masih relevan dengan kondisi peradilan saat ini.

Apa saja filmnya, berikut 7 rekomendasinya :

Baca juga: 7 Film Bertema Hukum yang Wajib Ditonton

1. Mercy (2026)

Disutradarai oleh Timur Bekmambetov

Film Mercy memusatkan penceritaan pada penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/Al) dalam sistem peradilan pidana. Melalui sengketa mengenai bukti digital, analisis algoritmik, dan pengambilan keputusan yang melibatkan Al, film ini mengangkat pertanyaan tentang reliabilitas teknologi sebagai alat pembuktian, transparansi algoritma, serta batas-batas pertanggungjawaban hukum ketika mesin ikut memengaruhi nasib seseorang. Film ini mengajak penonton melihat ketegangan antara efisiensi yang dijanjikan teknologi dan prinsip-prinsip due process yang menjadi fondasi fair trial.

2. Extraordinary Attorney Woo (2022)

Ditulis oleh Moon Ji-won

Melalui berbagai kasus yang ditangani oleh seorang pengacara autistik (Attorney Woo), serial Extraordinary Attorney Woo ini memperkenalkan berbagai cabang hukum, mulai dari hukum pidana hingga perdata. Setiap episode memperlihatkan bagaimana argumentasi hukum, interpretasi peraturan, dan proses persidangan digunakan untuk membela kepentingan klien. Selain itu, serial ini juga mengeksplorasi isu disabilitas, akses terhadap profesi hukum, dan tantangan mewujudkan kesetaraan di dalam maupun di luar ruang sidang.

3. Juvenile Justice (2022)

Serial Ditulis oleh Kim Min-seok

Berfokus pada perkara peradilan anak, serial Juvenile Justice ini mengeksplorasi tujuan pemidanaan, pertanggungjawaban hukum bagi anak berhadapan dengan hukum (ABH), dan dilema antara penghukuman dan rehabilitasi. Penonton diajak memahami cara kerja peradilan anak dan pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan.

4. The Trial of the Chicago 7 (2020)

Disutradarai oleh Aaron Sorkin

Diangkat dari persidangan nyata terhadap para aktivis anti-perang di Amerika Serikat pada tahun 1969. Film The Trial of the Chicago 7 ini menunjukkan bagaimana ruang sidang dapat menjadi arena pertarungan politik, dengan fokus pada peran hakim, keberatan hukum, pemeriksaan saksi, dan hak terdakwa untuk memperoleh fair trial. Isu hukum penting dalam film ini adalah bagaimana peradilan yang tidak independen dapat memengaruhi perolehan fakta di persidangan sehingga dapat diperalat untuk menghukum orang yang tidak bersalah.

5. To Kill a Mockingbird (1962)

Disutradarai oleh Robert Mulligan

Klasik hukum yang mengisahkan pembelaan seorang pengacara kulit putih (Atticus Finch) terhadap pria kulit hitam (Tom Robinson) pada era Great Depression di Amerika Serikat yang dituduh melakukan pemerkosaan. Film ini menyoroti asas praduga tak bersalah, hak atas pembelaan yang efektif, serta bahaya prasangka sosial berbasiskan ras dalam proses peradilan.

6. Inherit the Wind (1960)

Disutradarai oleh Stanley Kramer

Film Inherit the Wind ini menceritakan tentang seorang guru yang dituduh melakukan penodaan agama (blasphemy) karena mencoba menguji pemikiran tentang teori evolusi asal mula penciptaan makhluk hidup (creationism). Film ini mengeksplorasi kebebasan berpikir dan akademik peran perigadilan dalam menyelesaikan konflik sosial dan hubungan antara hukum, ilmu pengetahuan, serta moralitas public.

Tidak hanya itu, film ini menunjukkan bahwa kegagalan pengadilan dan hakim untuk bersikap imparsial serta independen ketika berhadapan dengan tekanan sosial dari kelompok agama tertentu dapat membuat pengadilan menghukum orang tidak bersalah.

7. 12 Angry Men (1957)

Disutradarai oleh Sidney Lumet

12 Angry Men ialah salah satu film hukum paling berpengaruh sepanjang masa. Film 12 Angry Men ini 98% menceritakan proses musyawarah di ruang juri dalam persidangan kasus dugaan pembunuhan oleh pemuda berumur 18 tahun dari kelompok masyarakat marjinal terhadap ayahnya. Film 12 Angry Men ini memperlihatkan tingginya standar "beyond a reasonable doubr evaluasi alat bukti, dan penalaran hukum yang dibutuhkan dalam mengambil keputusan untuk menjatuhkan pidana mati. (*)

Editor : Bambang Harianto

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru