Upacara Nata Jagat dan Doa Lintas Iman di Pura Penataran Luhur Medang Kamulan

avatar Anang Supriyanto
  • URL berhasil dicopy
Romo Kadek bersama tokoh lintas agama dan budayawan
Romo Kadek bersama tokoh lintas agama dan budayawan
grosir-buah-surabaya

Pura Penataran Luhur Medang Kamulan terletak di Dusun Buku, Desa Mondoluku, Kecamatan Waringinanom, Kabupaten Gresik, menggelar upacara sakral pada Senin malam (30/6/2025). Upacara yang diberi nama Upacara Nata Jagat tersebut memiliki makna yang sangat dalam dalam konteks spiritual dan membangun keragaman khususnya bagi umat Hindu di Indonesia.

Sejumlah budayawan, pejabat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat hadir pada acara tersebut. Diantaranya Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif beserta Musyawarah Pimpinan Kabupaten (Muspika), dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), Polri.

Tampak pula Ketua Yayasan Sanggar Cipta Alam, Gus Arif Saifullah, Sanggar Piwulang Jawi, dan Sanggar Tari Tengger yang dimandegani Romo Sutarj

Dan tak lupa sebagai Tuan Rumah ialah Jeru Sepuh Romo Kadek Satya Buana, yang juga sebagai Pengayom di Pure Penataran Luhur Medang Kamulan.
Jeru Sepuh Romo Kadek Satya Buana mengundang umat lintas agama untuk doa bersama agar Nusantara dan Pancasila tetap damai.

"Upacara Nata Jagat dilaksanakan tiap tahun," kata Jeru Sepuh Romo Kadek Satya Buana.

Jeru Sepuh Romo Kadek Satya Buana berkata, beberapa tujuan utama dari Upacara Nata Jagat ialah

Menata Keseimbangan Alam dan Semesta

Upacara ini bertujuan untuk menata kembali keharmonisan antara manusia, alam, dan para dewa. “Nata Jagat” secara harfiah berarti “menata dunia”, yang mencerminkan niat untuk menciptakan keharmonisan kosmis setelah terjadi ketidakseimbangan, baik secara fisik maupun spiritual.

cctv-mojokerto-liem

Memohon Restu dan Keselamatan

Melalui persembahyangan, umat memohon anugerah keselamatan, kesejahteraan, dan kedamaian bagi semua makhluk. Ini juga menjadi wujud syukur atas berkah yang telah diterima.

Penyucian Spiritual dan Energi Positif di Nusantara

Pura Medang Kamulan dipercaya sebagai tempat suci yang memiliki kekuatan spiritual besar. Upacara ini juga berfungsi untuk menyucikan pura agar energi positif tetap terjaga dan berkembang.

Pelestarian Tradisi dan Kearifan Leluhur

Upacara ini memperkuat jati diri budaya dan agama, serta menjaga kesinambungan tradisi warisan leluhur, termasuk nilai-nilai Tri Hita Karana—harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan. (*)