Kesan Ivan Cahyadi tetang Rantai Bisnis HM Sampoerna
Presiden Direkturr PT HM Sampoerna Tbk, Ivan Cahyadi mengungkapkan kesannya tatkala dia mendatangi area persawahan yang sejauh mata memandang, terdapat hamparan tanaman tembakau. Dia teringat sewaktu masa kecil, ketika usianya belum banyak mencerna tentang bisnis rokok PT HM Sampoerna Tbk.
Kesan Ivan Cahyadi diungkapkan melalui akun media sosialnya. Berikut kesan yang dikutip Lintasperkoro dari media sosialnya, Ivan Cahyadi pada Selasa, 4 November 2025.
Tiga puluh tahun yang lalu, sekelompok dari kami memulai perjalanan yang diam-diam membentuk cara kami memandang tujuan dan dampak. Kami masih muda saat itu—penasaran, mungkin sedikit naif—dan Sampoerna membuka pintunya bagi kami untuk melihat rantai pasokan dari ujung ke ujung.
Dari para petani yang merawat daun pertama di bawah sinar matahari pagi, hingga para pengecer yang menyerahkan produk jadi kepada konsumen, kami diajari bukan hanya bagaimana sistemnya bekerja, tetapi juga bagaimana setiap orang dihargai.
Saat itu, sulit membayangkan sejauh mana perjalanan ini akan berjalan. Kini, akar yang sama telah tumbuh menjadi sesuatu yang jauh lebih besar—sebuah ekosistem hidup yang membentang di seluruh Indonesia. Para petani yang pernah kami temui, kini berjumlah lebih dari dua puluh ribu, mata pencaharian mereka terjalin dengan mata pencaharian kami.
Apa yang awalnya hanya segelintir pabrik telah berkembang menjadi lebih dari lima puluh, masing-masing berdengung dengan energi kemajuan. Pertemuan-pertemuan kecil dengan pemasok yang biasa kami hadiri telah berkembang menjadi kemitraan dengan lebih dari seribu tujuh ratus bisnis lokal.
Dan dari toko-toko sederhana yang pernah kami kunjungi, kini berdiri lebih dari seperempat juta peritel SRC, bergabung dengan ratusan mitra IQOS — masing-masing merupakan perpanjangan dari semangat ketahanan dan inovasi yang sama.
Bersama-sama, ekosistem ini menopang jutaan rakyat Indonesia — dari tangan yang menanam, hingga pikiran yang menciptakan, hingga komunitas yang berkembang. Ini bukan lagi sekadar rantai pasokan; ini adalah denyut nadi kolaborasi, sebuah cerminan bagaimana tujuan bersama dapat memajukan suatu bangsa.
Ketika saya melihat kembali versi muda kami — berjalan melintasi ladang, mengajukan pertanyaan yang hampir tidak kami pahami — saya menyadari bahwa pelajaran sebenarnya bukanlah tentang proses atau produksi. Melainkan tentang manusia.
Karena di balik setiap angka terdapat sebuah kisah, dan di balik setiap kisah, terdapat impian bersama untuk membangun sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri. Dan sekarang, tugas saya adalah mewariskannya kepada generasi mendatang. (*)
Editor : S. Anwar