Atmorejo Sagi Bunuh Sucipto dengan Keji di Bawah Jembatan Nganjuk

avatar Arif yulianto
  • URL berhasil dicopy
Atmorejo Sagi
Atmorejo Sagi
grosir-buah-surabaya

Perasaan sakit hati yang dialami Atmorejo Sagi bin Yohanes Kosdardo membuatnya membunuh temannya, yaitu Sucipto (55 tahun). Atmorejo Sagi menikam Sucipto dengan senjata tajam hingga tewas. Peristiwa pembunuhan tersebut terjadi di Jalan Raya Nganjuk-Surabaya, Kelurahan Ringinanom, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, pada Selasa, 3 Juni 2025 sekira pukul 21.00 WIB.

Atas perbuatannya itu, Atmorejo Sagi harus menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri Nganjuk. Agenda sidang lanjutan akan dilaksanakan pada Kamis, 13 November 2025, dengan agenda pembuktian lanjutan dari Penuntut Umum. Jaksa Penuntut Umum ialah Bagus Priyo Ayudo.

Bagus Priyo Ayudo menjelaskan, pembunuhan ini dilandai rasa sakit hati. Awalnya Atmorejo Sagi yang sakit hati karena ucapan Sucipto. Saat itu, Sucipto sedang minum-minuman beralkohol pada Selasa 3 Juni 2025 sekitar pukul 21.00 WIB di bawah jembatan yang berada di Jalan Raya Nganjuk-Surabaya, masuk Kelurahan Ringinanom, tepatnya di bawah Jembatan Rangka yang letaknya di depan Kantor Bina Jasa Konstruksi milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk.

Lokasi tersebut jadi tempat Atmorejo Sagi dan Sucipto sehari-hari. Setelah memastikan Sucipto sudah mabuk dan tidak sadarkan diri, Atmorejo Sagi yang dalam emosi tersebut bermaksud membunuh Sucipto. Atmorejo Sagi mengambil 1 pisau dengan gagang plastik warna biru yang dari bawah batu yang letaknya dekat dengan posisi Atmorejo Sagi duduk serta 1 pisau dengan gagang kayu warna hitam dari kerangka besi yang letaknya tepat di atas posisi Atmorejo Sagi duduk.

Kedua pisau tersebut Atmorejo Sagi simpan di balik kaos lengan pendek warna hijau yang dipakainya. Selanjutnya Atmorejo Sagi langsung mendekati Sucipto yang saat itu dalam posisi berdiri.

Kemudian Atmorejo Sagi langsung menusuk bagian perut Sucipto sebanyak 2 (dua) kali menggunakan 1 pisau dengan gagang plastik warna biru hingga Sucipto jatuh tengkurap. Kemudian Atmorejo Sagi menusuk punggung sebanyak 4 kali, membacok punggung sebanyak 1 kali dengan menggunakan 1 pisau dengan gagang kayu warna hitam, kemudian dilanjutkan dengan membacok lagi punggung sebanyak 1 kali menggunakan 1 pisau dengan gagang plastik warna biru.

Setelah itu, Atmorejo Sagi membalikan badan Sucipto hingga dalam posisi terlentang, kemudian menusuk dada sebanyak 5kali, perut sebanyak 3kali dan lengan kanan dan kiri masing-masing sebanyak 2 kali dengan menggunakan 1 pisau dengan gagang plastik warna biru, serta membacok lengan kanan dan kiri Sucipto masing-masing sebanyak 1 kali dengan 1 pisau dengan gagang kayu warna hitam.

Setelah itu, Atmorejo Sagi mencuci kedua pisau tersebut hingga bersih dari sisa-sisa darah dan mengembalikan kedua pisau dimaksud pada posisi semula, kemudian mengganti pakaian yang dikenakannya lalu pergi meninggalkan tempat kejadian.

Mayat Sucipto ditemukan oleh warga yang mau memancing di Kelurahan Ringinanom pada Rabu (4/6/2025) sore. Saat ditemukan, mayat Sucipto dalam posisi terlentang dengan luka-luka di tubuhnya

Polisi dari Polres Nganjuk yang menerima laporan segera datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan penyelidikan awal. Dari hasil penyelidikan, diketahui pembunuh Sucipto ialah Atmorejo Sagi. (*)