Pemberontak Organisasi Papua Merdeka Ajak Berunding Pemerintah Indonesia

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Sebby Sambom
Sebby Sambom
grosir-buah-surabaya

Sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM), yaitu Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), mendesak Pemerintah Republik Indonesia (RI) untuk membuka resolusi terkait konflik bersenjata yang melibatkan kedua pihak.

Terkait Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengajak duduk semeja dalam bingkai perundingan, bertujuan untuk menekan terjadinya potensi konflik yang lebih parah dan merugikan khususnya warga sipil.

Militan Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang hingga kini masih aktif melakukan serangan itu mengatakan, mekanisme internasional berupa perundingan sangat diperlukan agar tidak terjadi pertikaian berkepanjangan. 

"Masalah Papua sangat jelas. Orang asli Papua menuntut hak fundamental atas kemerdekaannya. Maka jika terjadi konflik berkepanjangan, jalan terbaik hanyalah berunding sebagai mekanisme internasional untuk menutup konflik," sebut Sebby Sambom, Juru Bicara Organisasi Papua Merdeka (OPM), dalam wawancara tertulis dengan koresponden, pada Selasa (24/03/2026).

Jika Pemerintah Republik Indonesia menolak perundingan, lanjut Sambom, pihaknya akan terus berjuang melakukan upaya tersebut. Meski begitu, dia tidak menjawab apakah sudah mengajukan surat resmi terkait itu kepada Pemerintah RI. 

Sambom menambahkan, saat ini pihaknya belum bisa menyampaikan apa tuntutan utama Organisasi Papua Merdeka (OPM). Secara diplomatis, dia menilai, tuntutan baru akan disampaikan dengan terbuka manakala forum perundingan sudah digelar.
 
Dia juga tidak menjawab pertanyaan, apakah keinginan mendadak untuk berunding itu sebagai sinyal sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM) berupaya menyerah. Atau perilaku Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang semakin tidak mendapat ruang simpatik di mata masyarakat Papua. 

Lebih lanjut Sambom mendesak Presiden RI, Prabowo Subianto agar bersedia membuka diri untuk berunding dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Lantaran jika tanpa perundingan, maka pihak Organisasi Papua Merdeka (OPM) akan terus berjuang sampai tercapainya kemerdekaan Papua.

Siaran pers yang dirilis Sambom berisi ancaman, para kombatan yang bergabung dengan TPNPB-OPM belakangan adalah para generasi muda yang memiliki militansi tinggi. Propaganda Sambom, anak muda yang mengawaki perjuangannya saat ini dinilai lebih berani dan memiliki loyalitas tinggi.

"Terbukti meskipun kami belum memiliki persenjataan yang memadai, kenyataannya berani melawan militer Indonesia yang persenjataannya lebih lengkap," ujar Sambom.

Perjuangan Organisasi Papua Merdeka (OPM), dikatakan Sambom,nmemiliki kaitan sepiritual yang kental, dimana setiap perjuanganya dipercayai selalu mendapat lindungan Tuhan leluhur bangsa Papua, serta roh alam dan roh para leluhurnya.

Kepala Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia (Kapuspen TNI), Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah yang dimintai konfirmasi terkait keinginan berunding Organisasi Papua Merdeka (OPM), belum membalas. 

"Izinkan kami sekeluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin," balas Aulia Nasrullah, yang memang terselip ucapan serupa dalam permintaan konfirmasi. (fin)