KEPPT Bermitra dengan JP Morgan untuk Pembiayaan Pabrik Urea Irak
KAR Electrical Power Plant Production Trading FZE (KEPPT) telah menunjuk JP Morgan untuk mengatur pembiayaan pengembangan pabrik urea bersejarahnya senilai US$ 1,6 miliar di Basra, yang menandai tonggak penting dalam ekspansi industri dan pembangunan ekonomi jangka panjang Irak. Sebagai bagian dari mandat tersebut, KEPPT akan berkolaborasi dengan JP Morgan dan beberapa Lembaga Kredit Ekspor (ECA) terkemuka untuk menyusun pembiayaan proyek tersebut.
Fasilitas yang diusulkan ini akan menjadi pabrik urea operasional kedua di Irak dan akan memiliki kapasitas produksi tahunan yang direncanakan sebesar 1,15 juta ton. Setelah selesai, proyek ini diharapkan dapat secara signifikan mengurangi ketergantungan Irak pada impor urea, menstabilkan harga pupuk domestik, dan memperkuat sektor pertanian negara tersebut.
Konstruksi dijadwalkan dimulai pada tahun 2027, dengan operasi komersial ditargetkan pada tahun 2030. Desain Rekayasa Awal (Front-End Engineering Design/FEED) proyek ini telah diselesaikan oleh KBR Inc., perusahaan rekayasa dan teknologi global yang berbasis di Amerika Serikat.
Dirancang dengan teknologi proses canggih dan peralatan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan, fasilitas ini bertujuan untuk meminimalkan dampak lingkungan sekaligus menyediakan infrastruktur industri penting bagi Irak. Selain meningkatkan ketahanan pangan dan produktivitas pertanian, proyek ini diharapkan dapat menciptakan peluang kerja yang substansial dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Basra dan wilayah yang lebih luas.
Didirikan pada tahun 2015, KAR Electrical Power Plant Production Trading FZE (KEPPT) telah menjadi salah satu investor swasta, operator industri, dan pengembang proyek terkemuka di Irak. Di bawah kepemimpinan Ketua dan CEO Sheikh Mahmood Barznji, perusahaan ini mengoperasikan dua pembangkit listrik utama di Basra dan saat ini sedang mengembangkan lebih dari 10 proyek strategis yang mencakup sektor agroindustri, energi, pembangkit listrik, transportasi, perbankan, dan perawatan kesehatan.
Secara keseluruhan, investasi ini mewakili lebih dari US$10 miliar dalam rencana penyebaran modal di seluruh Irak selama lima tahun ke depan.
Mengomentari pengumuman tersebut, Ketua dan CEO Sheikh Mahmood Barznji mengatakan, “Kami sangat senang menyambut keterlibatan JP Morgan dalam proyek penting ini, yang merupakan bentuk kepercayaan yang penting bagi Irak, Basra, dan visi jangka panjang KEPPT untuk negara ini. Pabrik urea ini berpotensi memberikan kontribusi besar bagi masa depan Irak dengan memperkuat sektor pertanian kita, mengurangi ketergantungan pada impor, menciptakan lapangan kerja lokal, dan mendukung diversifikasi ekonomi yang lebih luas. Kami percaya proyek ini dapat menjadi model untuk investasi besar yang dipimpin sektor swasta di Irak dan katalisator untuk pembiayaan internasional lebih lanjut ke dalam infrastruktur nasional yang strategis.” (*)
Editor : Redaksi