Profil Erna Witoelar Duta Besar Khusus Asia Pasifik
Nama Erna Witoelar mungkin sudah tidak asing lagi di dunia pergerakan lingkungan dan perlindungan konsumen Indonesia. Namun, belum banyak yang tahu bahwa srikandi tangguh ini memiliki rekam jejak yang begitu harum di panggung diplomasi internasional, hingga dipercaya oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengemban misi global yang luar biasa.
Perempuan hebat kelahiran 6 Februari 1947 ini membuktikan bahwa dedikasi dan konsistensi dari tingkat akar rumput mampu membawa suara Indonesia didengar di podium dunia.
Dari Insinyur ITB hingga Masuk Jajaran Kabinet
Lahir dengan nama Andi Erna Anastasjia Walinono, ia tumbuh di lingkungan keluarga tokoh-tokoh besar. Erna adalah adik kandung dari mantan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, istri dari mantan Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, dan kakak ipar dari mendiang tokoh media legendaris, Wimar Witoelar.
Ketajamannya dalam berpikir dibentuk lewat jalur akademik yang kokoh. Erna berhasil meraih gelar sarjana (S1) Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1974, sebelum akhirnya memperdalam kecintaannya pada isu sosial-lingkungan melalui gelar magister (S2) Ekologi Manusia di Universitas Indonesia (UI).
Dedikasinya di dalam negeri sempat membawanya masuk ke dalam sistem pemerintahan. Erna dipercaya menjabat sebagai Menteri Permukiman dan Pengembangan Wilayah pada Kabinet Persatuan Nasional di era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Di sinilah ia banyak menanamkan konsep pembangunan wilayah yang ramah lingkungan.
Motor Penggerak LSM Nasional yang Mendunia
Jauh sebelum mengenakan kemeja menteri, Erna adalah pejuang di garis depan masyarakat sipil. Jiwa aktivismenya menjadi motor penggerak lahirnya lembaga-lembaga swadaya masyarakat (LSM) pilar di tanah air.
Ia merupakan salah satu pendiri sekaligus mantan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI). Tak hanya itu, ia juga pernah memimpin Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan bahkan dipercaya menjadi Presiden Konsumen Internasional (Consumers International).
Konsistensinya dalam membela hak-hak konsumen dan kelestarian alam ini membuat reputasinya terdengar hingga ke luar negeri.
Dipercaya PBB Mengemban Misi Asia-Pasifik
Puncak pengakuan internasional terhadap Erna Witoelar terjadi ketika PBB menunjuknya sebagai Duta Besar Khusus untuk Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) di kawasan Asia-Pasifik.
Lewat peran krusial ini, Erna bertugas mengawal, menyuarakan, dan memastikan negara-negara di Asia-Pasifik bergerak bersama dalam mengentaskan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta menjaga kelestarian bumi.
Tak berhenti di situ, dunia internasional juga kerap meminta sumbangsih pemikirannya melalui berbagai posisi penting, seperti:
Komisioner pada UN Commission on Legal Empowerment of the Poor (Komisi PBB untuk Pemberdayaan Hukum bagi Kaum Miskin).
Anggota The Earth Charter Commission (Komisi Bumi).
Ketua Bersama Asia Pacific Water Forum (APWF).
Erna Witoelar adalah inspirasi nyata tentang bagaimana seorang perempuan Indonesia mampu memadukan kecerdasan sains, ketulusan aktivisme, dan ketegasan diplomasi. Dari laboratorium kampus hingga ruang sidang PBB, ia menjelma menjadi srikandi kebanggaan bangsa yang mendedikasikan hidupnya demi bumi yang lebih hijau dan manusia yang lebih adil. (*)
Editor : S. Anwar