Kisah Hebat Bambang Brodjonegoro
Dalam dunia birokrasi dan kebijakan publik, tidak banyak tokoh teknokrat yang posisinya seolah "tak tergantikan" di tengah pergantian kepemimpinan negara. Salah satu nama langka yang selalu mendapat ruang kepercayaan tertinggi di lingkaran Istana adalah Profesor Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, Ph.D.
Bagi Anda yang kerap mengikuti perkembangan ekonomi dan riset nasional, wajahnya tentu sudah sangat familier. Ia adalah menteri tiga periode di era Presiden Joko Widodo. Hebatnya lagi, kepakaran ekonom yang satu ini kembali diandalkan di era pemerintahan baru, setelah Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan Nasional.
Lahir dari keluarga akademisi luhur, berprestasi sejak usia muda, hingga tetap tangguh di tengah tantangan fisik, mari kita bedah kisah perjalanan hidup Bambang Brodjonegoro yang penuh dengan keteladanan ini!
Lahir dari Trah Pemimpin dan Menjadi Profesor Termuda UI
Darah akademisi dan pengabdian negara mengalir kuat dalam diri pria kelahiran Jakarta, 3 Oktober 1966 ini. Ayahnya adalah Prof. Dr. Ir. Soemantri Brodjonegoro, tokoh besar yang pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Indonesia (UI) sekaligus menteri di era Presiden Soeharto. Komitmen keluarga Brodjonegoro terhadap bangsa kian dipertegas lewat sang kakak, Satryo Brodjonegoro, yang kini turut mengabdi sebagai menteri di kabinet Presiden Prabowo Subianto.
Bambang menyelesaikan pendidikan Sarjana (S-1) di Fakultas Ekonomi UI pada tahun 1990 sebelum akhirnya merantau ke Amerika Serikat demi meraih gelar magister dan doktor (Ph.D.) di University of Illinois di Urbana-Champaign.
Karier akademisnya di dalam negeri melesat seperti meteor. Mulai dari dosen biasa, naik menjadi Ketua Jurusan, hingga berhasil menduduki kursi Dekan Fakultas Ekonomi UI. Pada tahun 2006, dalam usia yang masih sangat belia untuk ukuran akademisi, ia dikukuhkan sebagai salah satu Guru Besar (Profesor) termuda di UI.
Menteri 3 Kali Era Jokowi: Dari Urus Pajak Rakyat hingga Desain Ibu Kota Baru
Kiprah Bambang di pemerintahan bermula sebagai Wakil Menteri Keuangan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, namanya kian mengangkasa saat ditunjuk Presiden Jokowi menjadi Menteri Keuangan (2014–2016). Di posisi ini, ia melahirkan kebijakan yang langsung menyentuh dompet rakyat dengan dua kali menaikkan batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) hingga menjadi Rp54 juta per tahun demi mendongkrak daya beli masyarakat. Ia juga menjadi aktor utama di balik lahirnya undang-undang Tax Amnesty.
Perjalanan jenderal ekonomi ini berlanjut saat digeser menjadi Menteri PPN/Kepala Bappenas (2016–2019). Di sinilah ia mendapatkan tugas bersejarah dari Presiden Jokowi untuk memimpin proses riset mendalam mencari lokasi baru, hingga menyusun cetak biru (blueprint) dan anggaran awal pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur.
Tak berhenti di sana, pada periode kedua Jokowi, ia dipercaya mengemban jabatan sebagai Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BRIN (2019–2021). Saat badai pandemi COVID-19 menghantam, Bambang bergerak cepat membentuk tim akselerasi untuk memproduksi Vaksin Merah Putih dengan menggandeng enam lembaga riset papan atas di Indonesia.
Tetap Tangguh Mengabdi di Tengah Tantangan Vitiligo
Di balik reputasi mentereng dan mobilitasnya yang super padat, Bambang Brodjonegoro juga dikenal sebagai pribadi yang luar biasa tangguh. Sejak tahun 2019, ia diketahui mengidap vitiligo—kondisi medis yang menyebabkan munculnya bercak-bercak putih di kulit akibat hilangnya pigmen warna alami.
Bagi sebagian orang, kondisi ini bisa menurunkan rasa percaya diri. Namun bagi Bambang, tantangan fisik tersebut sama sekali tidak mengurangi produktivitasnya. Ia tetap tampil penuh percaya diri di berbagai forum internasional, memimpin rapat-rapat krusial, dan membuktikan bahwa ketajaman otak serta dedikasi jauh lebih utama daripada penampilan fisik belaka.
Dipanggil Pulang ke Istana oleh Presiden Prabowo
Pengalaman matang dalam mengelola keuangan negara, merancang strategi pembangunan jangka panjang, hingga mengawal ekosistem riset nasional membuat Presiden Prabowo Subianto tanpa ragu menariknya kembali ke lingkaran utama Istana sebagai Penasihat Khusus Presiden sejak Oktober 2024.
Kisah hidup Prof. Bambang Brodjonegoro memberikan kita sebuah pelajaran berharga: bahwa integritas, kepakaran, dan totalitas dalam bekerja akan selalu menemukan jalannya untuk dihargai. Lintas presiden boleh berganti, namun seorang teknokrat sejati akan selalu dicari demi kemajuan Ibu pertiwi. (*)
*) Source : Nasrul Koto PSU
Editor : S. Anwar