Kiprah Alfian Yusuf Helmi sebagai Diplomat di Berbagai Negara
Sejarah diplomasi Indonesia pasca-kemerdekaan tidak bisa dilepaskan dari peran para putra daerah terbaik yang bertarung di panggung internasional demi mengamankan kedaulatan bangsa. Salah satu figur legendaris tersebut adalah Dr. Alfian Yusuf Helmi. Pria kelahiran Way Kunang, Lampung, 15 Juni 1916 ini merupakan salah satu diplomat senior generasi pertama Indonesia yang dipercaya menjadi Duta Besar Luar Besar dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI di berbagai negara krusial dunia.
Berdarah asli Lampung Pepadun dari marga Way Kunang, Dr. Helmi mendedikasikan sebagian besar hidupnya di bawah pemerintahan Presiden Soekarno untuk merajut hubungan internasional Indonesia di Eropa hingga Australia.
Pengembaraan Akademik Lintas Benua
Karier diplomatik Dr. Helmi yang mentereng ditopang oleh latar belakang pendidikan internasional yang sangat kaya pada zamannya. Ia memulai langkah pendidikannya di Sekolah Desa dan Sekolah Melayu (1918–1923), sebelum melanjutkan ke Hollandsch-Inlandsche School (HIS) di Telukbetung dan Jakarta (1923–1930), serta jenjang MULO di Jakarta dan Bandung (1930–1934).
Ketertarikannya pada dunia internasional membawanya merantau ke luar negeri sejak tahun 1934. Perjalanan akademis lintas benuanya dimulai dari American University of Beirut di Lebanon (1934–1935). Demi mengejar impian berkuliah di London School of Economics, ia mengikuti program matrikulasi di Scots College di Safad, Palestina (1935), serta English School Alexandria, Mesir (1936–1937). Puncak pengembaraan akademiknya berlabuh di Turki, di mana ia berhasil menuntaskan studi mendalam di Fakultas Ekonomi, Universitas Istanbul (1937–1944).
Menjelajah Dunia: Dari Swiss, Vatikan, hingga Australia
Setelah resmi bergabung dengan Departemen Luar Negeri RI (sekarang Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia), kecakapan diplomasi Dr. Helmi segera diakui. Pada tahun 1951, ia dilantik oleh Presiden Soekarno untuk mengemban tugas internasional pertamanya.
Sepanjang pengabdiannya, Dr. Helmi mencatatkan rekam jejak emas sebagai kepala perwakilan RI di berbagai negara penentu:
Swiss (1952–1955): Menjabat sebagai Duta Luar Biasa dan Menteri Berkuasa Penuh RI untuk Konfederasi Swiss, berkedudukan di Bern.
Takhta Suci Vatikan (1954–1955): Dipercaya mengemban misi diplomatik sebagai Duta Besar LBBP RI di Kota Vatikan.
Australia & Selandia Baru (1956–1961): Menjabat sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Australia yang merangkap Selandia Baru, berkedudukan di Canberra.
Sekembalinya ke tanah air pada tahun 1961, Dr. Helmi dipercaya menduduki berbagai posisi strategis di Ibu Kota, mulai dari Direktur Direktorat Ekonomi, Direktur Direktorat Amerika Utara, hingga dipercaya menjadi Ketua Delegasi Perundingan Indonesia-Jepang. Sebagai penutup pengabdiannya, ia kembali dikirim ke Eropa Barat untuk menjabat sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Republik Federal Jerman (Jerman Barat) di Bonn (1967–1969).
Akhir Hayat Sang Maestro Diplomasi
Setelah berjuang melawan sakit yang dideritanya cukup lama, Dr. Alfian Yusuf Helmi mengembuskan napas terakhirnya pada 3 Maret 1991 di Jakarta Selatan dalam usia 74 tahun.
Meskipun melanglang buana ke berbagai belahan dunia sepanjang hidupnya, jasad sang diplomat ulung ini dipulangkan dan dimakamkan di tanah kelahirannya, Desa Aji Kagungan, Kecamatan Abung Kunang, Lampung Utara. Langkah ini menjadi simbol kepulangan abadi sang putra daerah yang telah mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia. (*)
Editor : Bambang Harianto