Kisah Sukses Theresia Gouw, Founding Partner Acrew Capital
Lahir di Indonesia, kini jadi ratu Venture Capital Amerika dari Indonesia ke Amerika.
Theresia Gouw lahir di Jakarta tahun 1968 dari keluarga keturunan Tionghoa. Saat usianya 3 tahun, keluarganya pindah ke Amerika Serikat pada 1970-an, di tengah situasi politik yang membuat etnis Tionghoa mengalami tekanan.
Ayahnya yang dulu dokter gigi bahkan sempat bekerja sebagai pencuci piring saat pertama pindah di Amerika Serikat. Kini, menurut Forbes Real Time Billionaires, kekayaannya mencapai sekitar US$1,1 miliar.
Perempuan Serba "Pertama"
Theresia Gouw berkali-kali menjadi perempuan "pertama" di industri venture capital Amerika.
Beberapa pencapaiannya :
Orang pertama di SMA-nya yang masuk Brown University.
Investor perempuan pertama di Accel Partners.
Partner perempuan pertama di Accel.
Managing Partner perempuan pertama di Accel.
Masuk daftar Forbes Self-Made Women berkat kekayaan yang sebagian besar berasal dari investasi awal di Facebook.
Miliarder perempuan venture capital pertama di Amerika Serikat.
Bangun Startup Hampir IPO
Setelah meraih MBA dari Stanford University, Theresia Gouw ikut mendirikan Release Software. Startup ini menyediakan teknologi pembayaran untuk industri software dan berhasil mendapat pendanaan awal sekitar US$ 1 juta.
Bisnisnya tumbuh cepat di era booming teknologi akhir 1990-an, bahkan sempat bersiap menuju IPO (Initial Public Offering). Namun di balik pertumbuhan itu, perusahaan mengalami 3 kali pergantian CEO dalam setahun.
Dari Founder Jadi Investor
Pada tahun 1999, Theresia bergabung dengan Accel Partners sebagai investment associate. Keputusan itu mengubah arah kariernya. Di Accel, kariernya terus naik.
Dari sinilah nama Theresia Gouw mulai dikenal sebagai salah satu investor teknologi paling berpengaruh di Silicon Valley. Theresia Gouw tak lagi membangun satu startup, tetapi membantu melahirkan banyak perusahaan teknologi besar.
Taruhan Besar di Facebook
Salah satu investasi terbesar Theresia Gouw di Accel adalah Facebook. Pada tahun 2005, Accel menjadi investor awal Facebook saat perusahaan itu masih jauh dari dominasi global.
Saat itu, beberapa media sosial lain bahkan punya pengguna lebih besar. Namun Theresia melihat satu hal yang berbeda yakni pengguna Facebook jauh lebih aktif dan membuka platform itu setiap hari. Menurutnya, tingkat engagement itulah yang membuat Facebook unggul dibanding kompetitor.
Membangun Aspect & Acrew
Setelah lebih dari 15 tahun di Accel, Theresia Gouw mendirikan Aspect Ventures pada 2014 bersama Jennifer Fonstad. Aspect menjadi salah satu firma venture capital pertama di Silicon Valley yang dipimpin perempuan.
Pada tahun 2019, ia kembali mendirikan Acrew Capital. Acrew mengelola aset sekitar US$1,7 miliar dan diikenal karena tim pendirinya banyak berasal dari perempuan dan kelompok minoritas.
Fokus investasinya ialah Fintech, Cybersecurity, dan digital health.
Dorong Kesetaraan di Industri Teknologi
Tak hanya membangun kekayaan, tetapi ia juga mendorong akses bagi perempuan dan kelompok minoritas di dunia startup.
Menjadi co-founder All Raise.
Membentuk Diversify Capital Fund lewat Acrew Capital.
Membuka akses venture capital untuk perempuan, imigran, dan kelompok minoritas.
Theresia Gouw dan Acrew menyumbang lebih dari US$ 1 juta kepada Fisk University di Nashville, termasuk akses investasi venture capital yang biasanya hanya tersedia bagi kampus elite Amerika.
Aktif di organisasi sosial DonorsChoose dan ONE Campaign. (*)
Editor : Bambang Harianto