Kanjeng Panembahan Bathoro Katong

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Makam Raden Katong atau Lembu Kanigoro
Makam Raden Katong atau Lembu Kanigoro
grosir-buah-surabaya

Raden Katong atau Lembu Kanigoro adalah Adipati sekaligus pendiri Kadipaten Ponorogo pada tahun 1496. Raden Katong dibantu Ki Ageng Mirah dan Tumenggung Seloaji dalam konsolidasi pendirian Kadipaten Ponorogo.

Secara garis keturunan Raden Katong adalah putra ke-2 dari Prabu Brawijaya V atau Bhre Kertabumi (Dyah Singhanegara Wijayakusuma) dengan selir Nyai Ageng Bagelen. Raden Katong mempunyai kakak yang bernama Raden Arya Jaran Panoleh yang berkuasa di tanah Madura. 

Menurut buku Babad Ponorogo karangan Eyang Purwowijoyo menyebutkan, Raden Katong datang ke wilayah Wengker ditemani Tumenggung Seloaji karena atas perintah kakaknya beda ibu, yakni Raden Fattah Sultan Demak Bintoro untuk membuka tempat baru dan juga untuk syiar agama islam.

Sesampainya di Wengker, Raden Katong dan Tumenggung Seloaji menemui Ki Ageng Mirah yang lebih dulu ada di tanah Wengker. Mereka bertiga bermusyawarah untuk pendirian kota baru di bekas Kerajaan Wengker.

Pada waktu yang bersamaan, wilayah Wengker di kuasai oleh seorang Demang yang sakti mandraguna dari Kademangan Kutu yang bernama Ki Ageng Kutu Suryangalam. Pengaruh Ki Ageng Kutu Suryangalam di wilayah Wengker sangat kuat dan sangat dihormati oleh warganya.

Singkat cerita terjadi konsolidasi antara Ki Ageng Kutu beserta Rombongan dengan Ki Ageng Mirah dan Tumenggung Seloaji. Karena alotnya musyawarah maka terjadilah perang yang melibatkan Ki Ageng Mirah, Tumenggung Seloaji melawan Ki Ageng Kutu Suryangalam. 

Perang tersebut terus berlangsung hingga akhirnya dimenangkan oleh pihak Raden Katong. Kemudian Raden Katong, Ki Ageng Mirah dan Tumenggung Seloaji bermusyawarah untuk pendirian kota baru dan nama baru yang disepakati dengan Pramanaraga yang kemudian berubah penyebutan menjadi Ponorogo hingga saat ini. (*)