Pembangunan Rabat Beton di Desa Katemas Diduga Ada Mark up

avatar Anang Supriyanto
  • URL berhasil dicopy
Proyek rabat beton yang berada di Dusun Ragas Elor, Desa Katemas
Proyek rabat beton yang berada di Dusun Ragas Elor, Desa Katemas
grosir-buah-surabaya

Pembangunan rabat beton di Dusun Ragas Elor, Desa Katemas, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, diduga tidak sesuai mekanisme yang ada atau tidak sesuai rencana anggaran biaya (RAB) dan petunjuk teniks (juknis)..

Setelah mendapatkan informasi tersebut, Tim Redaksi Lintasperkoro. com berangkat ke lokasi proyek Rabat Beton yang berada di Dusun Ragas Elor, Desa Katemas, pada Selasa (28/05/2024).

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 2 jam dengan menggunakan mobil, Redaksi sampai ke lokasi titik koordinat proyek Rabat Beton di Dusun Ragas Elor, Desa Katemas. Tim Redaksi menuju ke lokasi proyek Rabat Beton tersebut. Sesampainya ke lokasi proyek, terlihat proyek tersebut tidak sesuai mekanisme dan juknis atau RAB yang ada.

Untuk mendapatkan informasi atau keterangan lebih lengkap, Redaksi mendatangi Balai Desa Katemas untuk konfirmasi tentang proyek Rabat Beton yang berada di Dusun Ragas Elor, Desa Katemas tersebut. 

Sampai di kantor Desa Katemas sekitar jam 11.30 WIB, kantor Desa Katemas sudah tutup dan tidak ada perangkat desa satu pun yang berada di kantor Desa Katemas.

Tim Redaksi mencoba menghubungi langsung Carek (Sekretaris Desa) bernama Fatkur melalui seluler WhatsApp terkait proyek rabat beton yang berada di Dusun Ragas Elor, Desa Katemas, tapi Fatkur enggan menjelaskan proyek tersebut.

"Saya nggak tau terkait proyek rabat beton yang berada di Dusun Ragas Elor. Sampean tanya saja ke Pak Kades, Mat Rais langsung," ujar Fatkur.

cctv-mojokerto-liem

Tim Redaksi berusaha mencoba menghubungi Kepala Desa Katemas, Mat Rais melalui WhatsApp. Tujuannya mau konfirmasi biar dapat informasi. Tapi Mat Rais enggan merespon telpon dari wartawan.

Warga Desa Katemas yang meminta tidak disebutkan namanya saat dikonfirmasi terkait proyek rabat beton itu. Dia mengatakan dengan suara sangat lantang, "Kita bicara apa adanya. Warga disini itu juga banyak yang ngeluh perihal proyek rabat beton yang dikerjakan pak Kades. Iku ngawur. Dan tidak pernah memasang papan proyek seperti di desa-desa lain. Itu kan menelan anggaran yang lumayan besar. Maka dari itu, kita selaku warga menduga tidak sesuai mekanisme atau dibilang mark up dan memperkaya diri dari Kepala Desa Katemas. Anggaran lebih diutamakan keuntungan dibanding kualitasnya."

Setelah memperoleh keterangan dari warga, Tim Redaksi meluncur ke kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Lamongan. Disana ditemui oleh Zamroni.

Zamroni mengatakan kalau rabat beton diharuskan memakai pangkon besi seperti reter (U) atau duduk'an. Dia bilang proyek di Desa harus memakai bahan tersebut, kalau tidak memakai dudukan dipastikan pelaksananya melanggar aturan.

"Dan tindakan yang dilakukan oleh Kepala Desa Katemas, pihak penegak hukum yang berwewenang untuk memeriksanya," katanya. (*)