Latma JCET Thunder Iron 2024

Sejarah Minyak Kayu Putih Cap Lang Berawal dari Industri Rumahan

avatar Ach. Maret S.
  • URL berhasil dicopy
Edy H Tjugito
Edy H Tjugito
grosir-buah-surabaya

Cap Lang awalnya cuma produk impor dari Jerman, ditemukan seorang ahli kimia bernama William Hoffman di Singapura. Aturan pemerintah era 1970-an memaksa produksinya harus dibangun ulang di Indonesia.

Edy H Tjugito mendirikan PT Eagle Indo Pharma pada tahun 1973, dimulai dari industri rumahan dengan satu produk, dijual door to door ke toko kelontong pasar. Permintaan yang terus tumbuh membuatnya memperluas distribusi, sampai akhirnya lini produk bertambah jadi balsem, minyak telon, sampai inhaler.

Sekarang Cap Lang jadi pemimpin pasar minyak kayu putih di Indonesia, diteruskan lintas generasi sampai sekarang. Bagaimana kisah suksesnya, simak ulasan berikut ini. 

Warisan dari Jerman

Formula minyak kayu putih Cap Lang awalnya ditemukan tahun 1932 di Singapura oleh William Hoffman, ahli kimia asal Jerman, dengan nama Minyak Angin Jerman Cap Lang. Produk ini masih berstatus impor dan belum diproduksi di Indonesia.

Aturan yang Memaksa Perubahan

Pemerintah Indonesia di era 1970-an mewajibkan semua produk farmasi yang beredar harus diproduksi di dalam negeri. Aturan ini yang memaksa Cap Lang, kalau mau tetap ada di pasar Indonesia, harus dibangun ulang produksinya secara lokal.

Mulai dari Industri Rumahan

Tahun 1973, Edy H Tjugito mendirikan PT Eagle Indo Pharma, awalnya cuma memproduksi satu jenis produk, minyak kayu putih, dan masih berupa industri rumahan. Cara penjualannya pun sangat tradisional, door to door ke toko-toko kelontong di pasar.

Lambat laun, konsumen mulai menyenangi produk ini dan permintaan meningkat.

 

Agen dan toko grosir sampai kewalahan menerima pesanan. Edy memutuskan memperluas wilayah sebaran produk dengan menggandeng distributor di berbagai titik, supaya konsumen lebih cepat mendapatkan produknya.

Dari yang tadinya cuma satu produk, Cap Lang terus berinovasi menghadirkan berbagai produk kesehatan luar lainnya, mulai balsem, minyak telon, minyak gosok, sampai inhaler.

Seiring berkembang, PT Eagle Indo Pharma membangun fasilitas produksi modern yang memenuhi standar CPOB dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan cGMP dari WHO (World Health OrganizationO. Ini jadi pembeda penting, dari sekadar industri rumahan menjadi perusahaan farmasi dengan standar internasional.

Diteruskan Lintas Generasi

Sekarang Cap Lang sudah jadi pemimpin pasar di kategori rubs and balm di Indonesia, meraih penghargaan Top Brand, ICSA, Best Brand, sampai Rekor MURI. Bisnis ini pun mulai diteruskan ke generasi berikutnya, dengan Brian Tjugito menjabat Commercial Director mendampingi ayahnya.

Edy H. Tjugito tidak menciptakan formula minyak kayu putihnya sendiri, tapi dia yang membangun ulang produksinya dari nol di -Indonesia, dimulai dari industri rumahan dan penjualan door to door. Kalau kamu mewarisi sesuatu yang bukan ciptaanmu sendiri, seberapa besar kamu berani membangunnya ulang jadi sesuatu yang benar-benar milikmu?

*) Source : The founders