Penghasil Oksigen Terbesar Ada di Laut Bukan Hutan

avatar Ach. Maret S.
  • URL berhasil dicopy
Oksigen di laut dan hutan
Oksigen di laut dan hutan
grosir-buah-surabaya

Selama ini, hutan sering disebut sebagai paru-paru dunia. Alasannya emang kedengarannya masuk akal: hutan menghasilkan oksigen lewat fotosintesis dan perannya dekat dengan kehidupan manusia di darat. Dan itu tidak salah.

Hutan memang menghasilkan oksigen dalam jumlah besar. Tapi kalau pertanyaannya digeser sedikit jadi: siapa yang menghasilkan oksigen paling besar di atmosfer Bumi kita? Jawabannya bukan hutan, tapi laut. 

Memang iya? Berarti selama ini kita salah paham dong menganggap hutan sebagai paru-paru bumi? Terus, kalau oksigen paling banyak dari laut, apakah hutan jadi gak penting? Yuk, kita bahas pelan-pelan.

Penghasil Oksigen Paling Besar Memang dari Laut 

Sebagian besar atau paling tidak 50% oksigen di atmosfer Bumi diproduksi oleh proses fotosintesis di laut, dengan kontribusi terbesar berasal dari fitoplankton. 

Plankton: semua organisme kecil yang melayang di air.

Fitoplankton: plankton yang bisa fotosintesis.

Fitoplankton hidup di lapisan permukaan laut yang masih terjangkau cahaya matahari. Di lapisan inilah fotosintesis terjadi secara masif dan terus-menerus.

Fitoplankton: menangkap cahaya matahari, menyerap CO2 yang terlarut di air, membangun energi buat hidup, dan melepas oksigen sebagai hasil samping.

Kenapa Fitoplankton bisa Hasilkan Oksigen Sebesar itu? 

Fotosintesis di laut terjadi di area yang sangat luas dan berlangsung hampir terus-menerus. Proses ini terjadi di lapisan paling atas laut yang masih terkena cahaya matahari dan lapisan ini membentang di hampir seluruh samudra dunia. 

Di darat, fotosintesis banyak bergantung pada organisme besar yang umurnya panjang, kayak pohon. Kalau pohonnya hilang, produksinya berhenti dan regenerasinya butuh waktu lama.

Di laut, produksi oksigen tidak bergantung pada individu tertentu. Fitoplankton tumbuh, membelah diri, mati, lalu cepet terganti dengan yang baru. Jadinya proses fotosintesisnya terus berlangsung. Laut juga selalu bergerak. Arus membantu membawa nutrien sehingga fotosintesis bisa terjadi di banyak tempat sekaligus. Karena prosesnya terjadi secara luas dan terus-menerus, jumlah oksigen yang dihasilkan juga besar.

Fitoplankton tumbuh, membelah diri, mati, lalu cepat terganti dengan yang baru. Jadinya proses fotosintesisnya terus berlangsung. Laut juga selalu bergerak.

Kalau Oksigen Paling besar dari Laut, Ngapain Ribut tentang Hutan?

Singkatnya, oksigen bukan satu-satunya fungsi hutan. Hutan berperan sebagai penyimpan karbon jangka panjang. Karbon yang diserap pohon dan tanah hutan bisa tersimpan puluhan hingga ratusan tahun. Pada ekosistem gambut, cadangan karbon utamanya bahkan tersimpan di selama ribuan tahun. 

Hilangnya hutan berarti ada 2 konsekuensi : 

1. Karbon yang disimpan ratusan atau ribuan tahun dilepas ke atmosfer. 

2. Kemampuan sistem alam buat menyerap karbon di masa depan ikut melemah. 

Kombinasi ini bikin pemanasan global makin parah. 

Hutan juga mengatur siklus air. Hutan memengaruhi pembentukan awan, pola hujan, aliran sungai, hingga risiko banjir dan kekeringan. Kalau hutan rusak, dampaknya terasa cepat dan lokal, terutama bagi manusia yang hidup di daratan.

cctv-mojokerto-liem

Selain itu, hutan adalah fondasi biodiversitas darat. Banyak spesies bergantung pada struktur hutan yang kompleks. Kehilangan hutan berarti hilangnya fungsi ekosistem yang sulit, bahkan gak mungkin dipulihkan dalam waktu singkat. 

Melihat pentingnya hutan "cuma" dari seberapa banyak oksigen yang dihasilkan itu terlalu menyederhanakan masalah. Dalam kondisi lingkungan saat ini, tantangan utamanya bukan soal ketersediaan oksigen, tapi menjaga keseimbangan sistem Bumi agar tetap layak huni. Di sinilah peran hutan jadi penting banget.

Apa Yang Kita Lakukan di Hutan dan Darat Bisa Mempengaruhi Laut 

Waktu hutan ditebang atau gambut dikeringkan, keseimbangan karbon terganggu. Dampaknya, pemanasan global makin parah karena lebih banyak panas tertahan di sistem Bumi.

Pemanasan ini tidak cuma menaikkan suhu udara di darat. Sebagian besar panas berlebih justru diserap oleh laut sehingga suhu laut ikut naik secara konsisten dari waktu ke waktu. Dan ini sering terjadi. 

Kalau Permukaan Laut Makin Panas, Apa Efeknya ke Fitoplankton? 

Laut itu tersusun kayak kolom atau lapisan air: bagian lapisan atas lebih hangat, sedangkan bagian lapisan bawah lebih dingin dan kaya nutrien. Saat permukaan laut menghangat karena pemanasan global, air di atas jadi lebih ringan lagi dibanding air dingin di bawah. Akibatnya, laut makin sulit bercampur. Lapisan atas dan bawah jadi makin terpisah.

Padahal, fitoplankton hidup di lapisan atas laut karena butuh cahaya, tapi nutrien penting justru banyak tersimpan di lapisan laut yang lebih dalam. Kalau pencampuran air melemah, nutrien dari bawah gak naik ke permukaan.

Dalam kondisi kayak gitu, fotosintesis bisa melambat. Produksi Fitoplankton bisa turun dan komunitasnya ikut berubah. Biasanya yang bertahan adalah fitoplankton berukuran lebih kecil karena Lebih efisien menyerap nutrien yang langka. 

Jadi, pemanasan global gak cuma menaikkan suhu, tapi juga mengubah struktur fisik laut dan itu ngaruh juga ke fitoplankton karena pasokan nutrien ke tempat mereka hidup jadi terhambat. 

Karena fitoplankton itu dasar rantai makanan laut, perubahan kecil di sini bisa merembet ke seluruh sistem. 

Fitoplankton adalah sumber energi pertama di laut. Zooplankton hidup dengan memakan fitoplankton Ikan kecil makan zooplankton Ikan besar makan ikan kecil, dan seterusnya.

Energi di ekosistem laut mengalir dari bawah ke atas. Jadi, oksigen dari laut bukan alasan buat mengabaikan hutan, karena tanpa hutan, sistem yang menopang laut dan kehidupan darat ikut rusak semua-muanya.

Pada akhirnya, ini bukan soal siapa yanf paling banyak menghasilkan oksigen. Ini soal gimana sistem Bumi bekerja sebagai satu kesatuan. Kerusakan lingkungan jarang berdiri sendiri. la bergerak pelan, saling terhubung, dan sering baru terasa ketika dampaknya sudah menyebar ke mana-mana. 

Kerusakan di hutan bisa menguatkan pemanasan global, pemanasan global menghangatkan laut, dan laut yang berubah ikut mengganggu fondasi kehidupan di dalamnya. 

Menjaga hutan, laut, dan daratan bukan soal memilih mana yang lebih penting, tapi soal menjaga keseimbangan sistem Bumi yang saling terhubung. Sistem yang, selama ini, diam-diam menopang kehidupan kita semua. (*)