Asrinaldi, Profesor Politik Pertama di Sumatera Barat

avatar M Ruslan
  • URL berhasil dicopy
Asrinaldi
Asrinaldi
grosir-buah-surabaya

Dinamika perpolitikan di Sumatera Barat dan nasional selalu menarik untuk dibedah. Di balik layar analisis tajam yang kerap menghiasi media massa, ada sosok Profesor Asrinaldi,seorang akademisi senior yang mengukir sejarah sebagai profesor politik pertama di Ranah Minang.

Lahir di Solok, Sumatera Barat pada 13 September 1973, Asrinaldi dikenal luas sebagai Guru Besar Ilmu Politik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas (Unand). Sebagai salah satu pilar intelektual di kampus Limau Manis, ia dipercaya mengemban amanah penting sebagai anggota Majelis Wali Amanat (MWA) Unand periode 2021–2026, sekaligus menjabat sebagai Wakil Ketua MWA Unand untuk periode 2025–2026.

Perjalanan Akademik: Lulusan Terbaik lintas Kampus Nusantara dan Malaysia

Langkah Asrinaldi di dunia akademik dibangun dengan fondasi yang kokoh dari berbagai universitas terkemuka di dalam dan luar negeri:

Gelar S-1 (Administrasi Negara): Ia selesaikan di Universitas Riau (Unri) dalam kurun waktu 1992–1997.

Gelar S-2 (Ilmu Politik): Menyeberang ke tanah Jawa, ia memperdalam keilmuannya di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada 1998–2000.

Gelar S-3 (Doktor Ilmu Politik): Kehausannya akan ilmu membawa Asrinaldi terbang ke negeri jiran untuk menempuh pendidikan doktor di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) pada 2006–2011.

Di bawah bimbingan promotor Prof. Dr. Mohammad Agus Yusoff, ia berhasil mempertahankan disertasi doktoralnya yang sangat monumental berjudul "Politik Kekuasaan Pusat dan Impaknya ke Atas Demokrasi Lokal di Sumatera Barat". Riset inilah yang mematangkan kepakarannya dalam membedah hubungan panas-dingin antara kebijakan Jakarta dan otonomi daerah di Sumbar.

Karier Birokrasi Kampus dan Pengukuhan Sejarah

Asrinaldi memulai pengabdiannya sebagai dosen tetap di FISIP Unand sejak Desember 2000, sesaat setelah merampungkan studi magisternya di Universitas Gadjah Mada (UGM). Dedikasi dan loyalitasnya di dunia pendidikan membuatnya dipercaya oleh Rektor Unand saat itu, Prof. Werry Darta Taifur, untuk menjabat sebagai Pembantu Dekan (PD) III FISIP Universitas Andalas (Unand) periode 2012–2016.

Puncak karier akademiknya terukir indah pada 1 Oktober 2022, saat ia resmi diangkat sebagai Guru Besar (Profesor) Ilmu Politik FISIP Universitas Andalas (Unand). Gelar tertinggi ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga catatan sejarah penting karena ia diyakini kuat sebagai profesor politik pertama yang lahir dan mengabdi di Provinsi Sumatera Barat.

Intelektual Publik yang Aktif Menulis

Prof. Asrinaldi bukanlah tipe akademisi yang hanya mengurung diri di dalam ruang kelas. Ia adalah seorang intelektual publik yang sangat aktif. Tulisan, opini, dan analisisnya mengenai aneka dinamika politik daerah maupun konstelasi politik nasional rutin menghiasi berbagai media massa nasional dan lokal.

Pandangan-pandangannya yang objektif, berbasis data riset, dan tajam sering kali menjadi rujukan penting bagi para pengamat, jurnalis, mahasiswa, hingga para pengambil kebijakan dalam memahami arah demokrasi di Indonesia. (*)