Kestity Pringgoharjono Penjaga Marwah Sastra Kuno Indonesia

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Kestity Pringgoharjono
Kestity Pringgoharjono
grosir-buah-surabaya

Menjembatani mahakarya sastra masa lalu agar tetap relevan dan dipahami oleh generasi modern, bahkan oleh dunia internasional, bukanlah perkara mudah. Namun, misi mulia inilah yang ditekuni secara konsisten oleh Kestity Pringgoharjono. Perempuan budayawan dan seniman berdarah campuran Minang-Jawa ini telah mendedikasikan sebagian besar perjalanan hidupnya untuk merawat ingatan kolektif bangsa melalui jalur literasi.

Lahir dengan nama Kestity Adyandini pada 10 Februari 1974, ia dikenal luas sebagai sosok di balik buku monumental The Centhini Story: The Javanese Journey of Life. Buku ini merupakan hasil adaptasi dan pengenalan kembali dari Serat Centhini, sebuah karya sastra Jawa kuno yang sangat tebal dan sarat filosofi dari awal tahun 1800-an. Lewat tangannya, naskah kuno yang rumit berhasil dikemas menjadi narasi yang memikat pembaca global.

Sinergi Ekonomi dan Diplomasi Budaya

Latar belakang pendidikan Kestity membuktikan bahwa kecintaan pada budaya bisa berpadu apik dengan pemikiran modern yang terstruktur. Ia merupakan alumni dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) sebelum akhirnya melanjutkan studi dan memperluas cakrawala akademiknya di Universitas Macquarie, Sydney, Australia.

Bekal ilmu tersebut ia transformasikan menjadi kemampuan manajemen kebudayaan yang profesional. Sejak tahun 2003, Kestity dipercaya mengemban amanah sebagai Presiden Preserve Indonesia, sebuah lembaga yang bergerak dalam upaya pelestarian warisan budaya nasional. Tak hanya itu, dedikasinya di dunia literasi semakin kokoh melalui posisinya sebagai Direktur Eksekutif Yayasan Lontar—sebuah yayasan yang dikenal luas dalam menerjemahkan dan mengenalkan sastra Indonesia ke dunia internasional.

Kehidupan Pribadi yang Harmonis

Di tengah kesibukannya mengurus berbagai proyek kebudayaan skala nasional dan internasional, Kestity tetap menjaga keseimbangan hidupnya bersama keluarga. Ia menikah dengan seorang bankir profesional, Muljono Pringgoharjono. Dari pernikahan yang harmonis tersebut, pasangan ini telah dikaruniai dua orang anak. (*)