Farhan Elsano, Anak Sopir Truk yang Dapat Beasiswa S2 ke Korea Selatan
Kisah haru Farhan Elsano menarik diulas. Sebab, anak sopir truk ini punya kisah inspiratif dalam ukir pendidikan. Keterbatasan ekonomi tidak menghalangi Farhan Elsano Chaniago untuk meraih pendidikan tinggi. Putra seorang sopir truk tronton ini berhasil menyelesaikan studi Teknik Geofisika di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan IPK 3.98.
Prestasi Farhan semakin istimewa karena ia tidak hanya lulus dengan predikat summa cumlaude, tetapi juga terpilih sebagai valedictorian pada wisuda Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Agustus 2026 sesi pertama. Posisi tersebut memberinya kesempatan menyampaikan pidato di hadapan para wisudawan. Tak sampai di situ, Farhan juga mendapat beasiswa S2 ke Korea Selatan.
Perjalanan Farhan menuju Institut Teknologi Bandung (ITB) tidak datang dari keluarga berada. Ia merupakan anak Aguswandi, seorang sopir truk tronton yang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Truk ayahnya membawa tabung CO2.
Skripsi Farhan pun tak jauh-jauh kaitannya dengan pekerjaan ayahanda, yakni tentang bagaimana menangkap dan menyimpan gas CO2 ke perut bumi.
Selama menempuh pendidikan di ITB, Farhan mendapatkan dukungan melalui program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Kesempatan tersebut kemudian dimanfaatkannya untuk berprestasi hingga mampu menyelesaikan kuliah dengan IPK nyaris sempurna.
Dalam pidato wisudanya pada 27 Agustus 2026, Farhan mengenang sosok sang ayah. Menurutnya, sang ayah yang seorang supir truk tidak banyak berbicara, tetapi justru memberikan pelajaran kehidupan melalui kerja keras.
Farhan juga mengenang doa sang ibu yang berharap anaknya kelak memiliki kehidupan lebih baik. Sang nenek pun turut mendoakan agar Farhan berhasil dan mampu mengangkat derajat keluarga.
Menariknya, perjalanan akademik Farhan juga tidak selalu mulus. Dalam kisah yang dibagikan dosen ITB Imam Santoso, Farhan pernah merasa kesulitan memahami notasi matematika seperti dx/dt.
Namun, kesulitan tersebut tidak membuatnya berhenti belajar. Ia justru berhasil menuntaskan studi Teknik Geofisika dengan IPK 3,98 dan menjadi salah satu lulusan terbaik.
Farhan Elsano Chaniago lulus Teknik Geofisika ITB dengan IPK 3,98 dan summa cum laude. Tugas akhirnya membahas pemantauan plume CO₂ dalam Carbon Capture and Storage (CCS).
Dari kabin truk ayahnya, sampai jauh ke bawah permukaan bumi. (*)
Editor : S. Anwar