TPNPB OPM Klaim Tembak 7 Prajurit TNI di Intan Jaya

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Separatis TPNPN OPM
Separatis TPNPN OPM
grosir-buah-surabaya

Separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengklaim telah menembak 7 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas sebagai Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan di area Wagobapone, yakni perbatasan antara Kampung Mamba dengan Titigi, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah, pada Rabu (30/04/2025) pukul 09.00 WIT.

Serangan tiba-tiba yang dilancarkan sipil bersenjata yang menamakan diri Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat (TPNPB) Kodap VIII/ Intan Jaya pimpinan Mayjen (OPM) Aibon Kogoya, itu dikabarkan tidak presisi. Hanya melukai personel TNI, dan sudah dilakukan evakuasi oleh prajurit untuk mendapat perawatan medis.

Informasi itu diterima jurnalis, pada Jumat (02/05/2025) pukul 05.48, melalui siaran pers yang di blasting Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom.

"Terjadi penyerangan oleh pasukan TPNPB terhadap militer Indonesia. Mengakibatkan 7 aparat militer Indonesia terluka," kata Sambom.

Disebutkan Sambom dalam siaran pers, prajurit TNI yang bertugas sempat melakukan serangan balik terhadap separatisme. Kontak senjata hanya beberapa menit. Dan TPNPB-OPM Kodap VIII/Intan Jaya mengakui pihaknya yang bertanggung jawab dalam insiden tersebut.

Usai serangan itu, kata Sambom sebagaimana laporan Papua Intelligence Service (PIS), intelijen bentukan separatis, situasi Intan Jaya mulai dari Bilogai sampai Mamba dalam keadaan tidak kondusif.

Keadaan sosial tidak nyaman itu menurut Sambom, pasca terjadi baku tembak prajurit TNI langsung melakukan siaga ketat. Siaga militer dilakukan TNI di sepanjang jalur Trans Intan Jaya - Ilaga, juga di pos-pos penjagaan TNI.

cctv-mojokerto-liem

Sambom mendesak Presiden Prabowo Subianto dan Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, agar segera mengumumkan kepada publik identitas ke tujuh prajurit TNI yang tertembak.

"Laporan PIS, jalan Trans Intan Jaya sampai Ilaga tidak dan pos-pos di sekitarnya tidak kondusif karena dijaga ketat militer Indonesia," bilang Sambom lagi.

Presiden Prabowo dan Panglima TNI juga diminta Sambom agar tidak mengerahkan prajurit TNI, untuk menangkap, menyiksa dan menembak warga sipil di Papua. Sebab, pengakuan Sambom, warga sipil tersebut tengah melakukan aktivitas berkebun dan mencari kayu bakar.

Sementara pemerintah Jakarta melalui Mabes TNI belum merespon terkait insiden tersebut. (fin)