Titik Balik Komjen Purnawirawan Anton Bachrul Alam

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Bachrul Alam
Bachrul Alam
grosir-buah-surabaya

Bachrul Alam merupakan pensiunan Polri dengan pangkat terakhir Komisaris Jenderal (Komjen). Jabatan terakhirnya ialah Inspektur Pengawas Umum (Irwasum) Polri.

Selama mengemban amanah di Korps Bhayangkara, Bachrul Alam mendapat perhatian publik karena berbagai kebijakannya. Salah satu contoh ialah pada saat menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur (Jatim) pada 20 Februari 2009 hingga 30 Oktober 2009.

Saat jadi Semeru Satu (julukan Kapolda Jawa Timur), Bachrul Alam mengimbau bagi Polwan untuk memakai jilbab. Bagi Polisi pria, dia menyerukan agar sering khataman Al Qur'an saat jam istirahat. Tentu, himbauan itu bukan tanpa alasan. Hal yang mendasarinya ialah “ingat mati”.

Ya, Bachrul Alam berkisah, di sela kesibukannya dengan urusan jabatan dan keduniaan, dia teringat dengan kematian. Muncul kekhawatiran, dia mati sebelum menyempurnakan ibadahnya termasuk rukun islam yang kelima, yakni pergi Haji ke Baitullah.

Bachrul Alam merasa dirinya pada saat itu memiliki kemampuan finansial untuk berangkat Haji. Dia punya gaji untuk bisa berangjat haji. Karena ketakutan itulah, Bachrul Alam segera mendaftar haji.

“Pada waktu itu, saya bekerja antara waktu mati dan haji. Karena saya pasti akan dihisab. Punya uang tapi belum berangkat haji. Lalu dapat satu travel dan tinggal 2 seat. Saya dengan istri berangkat haji. Karena ketakutan mati sebelum menunaikan ibadah haji,” Bachrul Alam berkisah.

Saat berangkat haji itu, Bachrul Alam mengaku jika tidak punya persiapan. Dia tidak pakai manasik haji, dan pada saat itu hanya modal nekat. Yang penting, katanya, bisa berangkat haji.

Sampai di Mekkah, Bachrul Alam awalnya kebingungan. Untungnya, Allah menakdirkan Bachrul Alam bertemu dengan seorang ulama di Mekkah. Namanya KH Ashari. KH Ashari itulah yang membimbing Bachrul Alam selama menunaikan ibadah haji di Mekkah.

“Saya minta tolong untuk dibimbing. Apa yang disampaikan dan yang disuruh, saya ngikutin saja,” cerita Bachrul Alam.

Setelah menunaikan ibadah haji, Bachrul Alam merasa hajinya tidak sempurna atau mabrur. Alasan Bachrul Alam, saat itu, dia berangkat haji hanya bermodalkan takut mati saja. Sedangkan doa-doa selama proses haji belum siap.

“Tapi Alhamdulillah. Pulang haji, sikap saya langsung banyak perubahan. Yang tadinya gak pernah sholat di masjid, terus pengen berjemaah di masjd terus. Yang tadinya jarang sholat malam, bisa bangun malam terus ingin sholat malam. Yang tadinya jarang sedekah, pengen sedekah tiap hari. Yang tadinya jarang baca Al Quran, pengen baca Al Quran terus. Itu yang saya rasakan sampai saat ini,” ujar Bachrul Alam.

Profil

Bachrul Alam merupakan pensiunan jenderal Polri bintang 3 (Komjen). Bachrul Alam lahir pada 15 Agustus 1956. Karir di Kepolisian cukup mentereng. Beberapa jabatan strategis dijabatnya. Karit jenderal jebolan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia pada tahun 1980 ini antara lain :

1980–1981: Dan Sekta 506-01 Putussibau Polres Kapuas Hulu, Polda Kalimantan Barat ;

1981–1983: Dan Sat Lantas Polres Kapuas Hulu, Polda Kalimantan Barat;

1983–1984: Kasi Pam Polres Singkawang, Polda Kalimantan Barat;

1984–1986: Kapolsek Pontianak Utara, Polresta Pontianak, Polda Kalimantan Barat;

1986–1988: Spripim Polda Kalimantan Barat ;

1988–1989: Wakasat Serse Polwiltabes Bandung, Polda Jawa Barat ;

1989–1990: Kapolsekta Kiaracondong Polresta Bandung Tengah, Polwiltabes Bandung, Polda Jawa Barat ;

1990–1991: Wakasat Lantas Polwiltabes Bandung, Polda Jawa Barat;

1991–1992: Instruktur Pusdik Lantas Ditdik Polri;

1992–1993: Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan, Polda Metro Jaya;

cctv-mojokerto-liem

1993–1994: Kapolsek Metro Penjaringan Polres Metro Jakarta Utara, Polda Metro Jaya;

1994–1996: Kasubbag SIM Polda Metro Jaya;

1996–1997: Kasat Idik Laka Ditlantas Polda Metro Jaya;

1997: Kapolres Dili, Polda Timur Timur;

1997–1998: Kapolres Sukabumi Polda Jawa Barat ;

1998–1999: Pabandya IV Set Deops Kapolri;

1999–2000: Sesdit Lantas Polda Jawa Timur;

2000–2001: Wakapolwil Madiun, Polda Jawa Timur;

2001–2002: Kabid Humas Polda Metro Jaya;

2002–2003: Kapolwil Bogor, Polda Jawa Barat;

2003–2004: Irwasda Polda Bali;

2004: Wakapolda Riau;

2004–2005: Kapolda Kepri (Struktur Persiapan);

2005–2008: Wakadivhumas Polri;

2008–2009: Kapolda Kalimantan Selatan;

2009: Kapolda Jawa Timur;

2009–2010: Sahlisosek Kapolri

2010: Sahlisospol Kapolri;

2010–2011: Kadivhumas Polri;

2011–2013: Assarpras Kapolri;

2013–2014: Irwasum Polri;