PT Royal Regent Manufacturing, perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur produk mainan bermerek global, seperti Spin Master, Seasons dan Buzz Bee Toys, resmi terima izin fasilitas kawasan berikat dari Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jawa Timur (Jatim) II, pada Senin (14/07/2025).
Sebelum menerima izin fasilitas kawasan berikat, Direktur PT Royal Regent Manufacturing, So Kai Wo telah melakukan pemaparan proses bisnis perusahan kepada jajaran Kanwil Bea Cukai Jatim II. Pemaparan tersebut merupakan tahapan yang harus dilalui oleh perusahaan dengan tujuan untuk memberikan gambaran proses bisnis yang akan dijalankan oleh perusahaan dan dampak ekonomi sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan pemberian izin fasilitas kawasan berikat.
Baca juga: PT Adonia Footwear Indonesia Menyandang Status Kawasan Berikat Mandiri
"Sesuai dengan janji layanan kami, izin ditetapkan satu jam setelah pemaparan. Hal ini merupakan wujud nyata dari Bea Cukai dalam melaksanakan fungsi sebagai trade facilitator dan industrial assistance dalam memberikan fasilitasi perdagangan dan industri dalam negeri," ungkap Kepala Kanwil Bea Cukai Jatim II, Agus Sudarmadi.
Baca juga: PT Pasifik Harvest Indonesia Dapat Izin Fasilitas Berkelanjutan Kawasan Berikat
PT Royal Regent Manufacturing sendiri berlokasi di Kabupaten Ngawi dengan nilai investasi sebesar USD 95 juta. Perusahaan ini diketahui menyerap tenaga kerja secara bertahap dengan mempekerjakan sebanyak 5.000 pegawai, yang secara kesuluruhan berasal dari dalam negeri dan didominasi masyarakat sekitar.
"Dengan diberikannya izin fasilitas ini, kami berharap perusahaan dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta menjadi penggerak ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Jawa Timur khususnya di Ngawi," ujar Agus.
Baca juga: PT Global Roda Kencana Kantongi Izin Kawasan Berikat
Disampaikan Agus, Kanwil Bea Cukai Jatim II juga berkomitmen untuk melakukan sinergi dan juga menjaga komunikasi yang baik dengan pihak stakeholder melalui pembinaan, asistensi, monitoring dan evaluasi dalam memastikan optimalisasi penerimaan negara, pengawasan efektif dan fasilitasi/asistensi yang tepat sasaran. (*fin)
Editor : Zainuddin Qodir