Bea Cukai Teken Kerja Sama Mutual Recognition Arrangement

Reporter : M Ruslan
Kerjasama MRA on AEO

Bea Cukai menandatangani Mutual Recognition Arrangement (MRA) on Authorized Economic Operator (AEO) dengan Japan Customs and Tariff Bureau (JCTB). Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama dan Direktur Jenderal JCTB, Mr. Teraoka Mitsuhiro, bertempat di Paviliun Indonesia, Expo 2025 Osaka, Kansai, Jepang, pada Senin (06/10/2025).

Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo menyampaikan bahwa penandatanganan Mutual Recognition Arrangement on Authorized Economic Operator ini menjadi wujud nyata peran aktif Bea Cukai dalam kerja sama internasional yang sejalan dengan visi institusi untuk menjadi kepabeanan dan cukai terkemuka di dunia.

Baca juga: Aturan Ekspor Komoditas Emas di Indonesia

“Melalui kerja sama seperti ini, Bea Cukai berupaya memperkuat hubungan bilateral, meningkatkan kepercayaan antarotoritas kepabeanan, dan menciptakan sistem perdagangan internasional yang lebih aman serta efisien,” ujarnya.

Authorized Economic Operator (AEO) merupakan program global yang diinisiasi oleh World Customs Organization (WCO) untuk memberikan kemudahan bagi pelaku usaha yang telah memenuhi standar keamanan rantai pasok internasional dan kepatuhan kepabeanan. Melalui Mutual Recognition Arrangement (MRA), dua negara sepakat untuk saling mengakui dan memberikan perlakuan kemudahan yang setara bagi perusahaan yang telah bersertifikat AEO di masing-masing negara.

Bea Cukai dan Japan Customs and Tariff Bureau sebelumnya telah menandatangani joint action plan on Authorized Economic Operator Mutual Recognition Arrangement pada April 2024 di Sydney, Australia. Kedua pihak kemudian melaksanakan Joint Validation Visit (JVV) pertama pada September 2024 di Indonesia, dan JVV balasan dilakukan oleh Bea Cukai pada Januari 2025. Setelah melalui proses validasi tersebut, kerja sama ini akhirnya diresmikan melalui penandatanganan Mutual Recognition Arrangement on AEO pada Oktober 2025.

"Mutual Recognition Arrangement on Authorized Economic Operator antara Indonesia dan Jepang ini menjadi Mutual Recognition Arrangement keenam yang dimiliki oleh Bea Cukai. Sebelumnya, Bea Cukai telah menjalin Mutual Recognition Arrangement serupa dengan Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Hongkong, ASEAN, dan Australia. Dengan bergabungnya Jepang, posisi Bea Cukai semakin kuat dalam jaringan kepabeanan internasional yang diakui secara global," jelas Budi.

Baca juga: TNI AL dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Ayam Ras Filipina

Dari sisi ekonomi, kerja sama ini memiliki dampak strategis. Dalam lima tahun terakhir, neraca perdagangan Indonesia dengan Jepang selalu menunjukkan tren positif atau surplus, dengan dominasi komoditas nonmigas. Jepang juga merupakan mitra dagang utama Indonesia yang konsisten menduduki posisi tiga besar baik dari sisi ekspor maupun impor.

Selain itu, pemanfaatan Indonesia–Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) dalam transaksi impor tercatat sebagai salah satu yang tertinggi di antara seluruh perjanjian perdagangan bebas (FTA) yang dimiliki Indonesia.

Melalui Mutual Recognition Arrangement on Authorized Economic Operator ini, pelaku usaha yang tergabung dalam program Authorized Economic Operator Indonesia akan mendapatkan berbagai manfaat, seperti percepatan proses kepabeanan, pengurangan pemeriksaan fisik barang, dan peningkatan kepercayaan dari mitra dagang Jepang. Hal ini diharapkan dapat memperlancar arus logistik, menurunkan biaya perdagangan, serta meningkatkan daya saing ekspor Indonesia di pasar global.

Baca juga: Petugas Bea Cukai Gadungan Peras Sopir Rokok Ilegal dari Madura

Budi menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok internasional.

“MRA dengan Jepang bukan hanya sekadar pengakuan timbal balik, tetapi juga simbol komitmen bersama dalam mewujudkan perdagangan internasional yang aman, lancar, dan berintegritas. Kami berharap Authorized Economic Operator Indonesia dapat semakin kompetitif dan berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya. (*)

Editor : S. Anwar

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru