Seorang wartawati bernama Latifa Latif (35 tahun) diculik oleh Polisi berpakaian preman saat bersama dengan anaknya yang masih berusia 6 tahun. Latifa Latif merupakan seorang ibu tunggal tanpa suami.
Informasi yang diperoleh Lintasperkoro.com, Latifa Latif diculik pada Minggu dini hari, 16 Maret 2025. Dia diculik saat beristirahat di apartemennya. Kemudian, sekelompok orang berpakaian preman mendatangi tempat tinggalnya dan membawanya. Di kamar Apartemen tersebut, Latifa Latif hanya tinggal bersama anaknya.
Baca juga: Wartawan Diduga Diintimidasi Saat Liputan LPG di Sidoarjo
Sebelum dibawa oleh Polisi berpakaian preman tersebut, dia menitipkan anaknya ke tetangganya. Latifa Latif meminta tetangganya untuk menjaga anaknya sebelum tangannya diikat dan matanya ditutup kain. Kemudian, Latifa Latif dibawa ke mobil Jeep militer.
Baca juga: Dugaan Skenario Penangkapan Wartawan di Kabupaten Mojokerto
Latifa tinggal di ibu kota yang diduduki Al-Quds/ Yerusalem Timur. Setelah mendengar kabar penculikan itu, seorang pengacara memberi bantuan kepada Latifa Latif. Namun, pengacaranya tidak diberi izin menemuinya. Alasan pihak keamanan militer, Latifa Latif harus berada di sini selama beberapa hari. Baik Pengacara maupun Latifa tidak tahu mengapa atau berapa lama di berada di dalam tahanan.
Latifa adalah jurnalis wanita ketiga di ibu kota Yerusalem Timur yang diduduki yang diculik dan dipenjarakan akhir-akhir ini sekitar 10 hari - dan jurnalis kesebelas dari ibu kota, yang telah diculik dan dipenjarakan sejak Tahun Baru 2025.
Baca juga: Wartawan Surabaya Laporkan Penyebar Rekaman CCTV Dirinya Tanpa Izin
Secara administratif perlu dicatat dan itu tanpa "dakwaan", "pengadilan" atau "putusan". Dan itu terjadi sementara seluruh dunia (politik) menyaksikan dengan diam. (*)
Editor : Zainuddin Qodir