Generasi Muda Indonesia Unjuk Gigi di Global Business Competition 2025

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Pemenang Global Business Competition 2025
Pemenang Global Business Competition 2025
grosir-buah-surabaya

Monash University, Indonesia bersama Digital Hub by Sinar Mas Land mengumumkan pemenang Global Business Competition 2025, sebuah ajang yang mendorong generasi muda Indonesia menjadi inovator dan pemimpin bisnis masa depan. Kompetisi ini membekali anak muda dengan keterampilan relevan di era modern sekaligus menginspirasi mereka menciptakan solusi atas tantangan global. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia kerja seraya membuka peluang bagi generasi muda berkontribusi di tingkat internasional.

Global Business Competition 2025 mendukung visi besar menuju Indonesia Emas 2045. Monash University, Indonesia berkomitmen menyiapkan talenta muda yang kompeten secara profesional dan mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat global. Penyelenggara memastikan generasi muda memiliki kemampuan memimpin transformasi ekonomi yang berkelanjutan melalui ide-ide inovatif dan strategi yang terukur.

Kompetisi ini juga menyoroti pentingnya investasi hijau oleh perusahaan sebagai bagian dari pembangunan nasional. Survei Global Investor 2024 oleh firma PricewaterhouseCopper (PwC) menunjukkan bahwa lebih dari 50% investor optimis terhadap pertumbuhan ekonomi global dalam 12 bulan ke depan, meskipun perubahan iklim tetap menjadi perhatian utama. 

Sekitar 30% investor juga mengidentifikasi disrupsi teknologi dan kekurangan tenaga kerja terampil sebagai tantangan signifikan. Investor menuntut perusahaan untuk mengintegrasikan strategi investasi hijau guna menghadapi risiko lingkungan sekaligus memanfaatkan peluang teknologi dan pengembangan sumber daya manusia.  

Sejalan dengan temuan tersebut, Global Business Competition 2025 memberikan wadah bagi lulusan baru dan profesional muda dari seluruh Indonesia untuk menciptakan solusi inovatif yang mendukung investasi hijau dan keberlanjutan. Kompetisi ini tidak hanya mendorong peserta untuk merancang ide-ide strategis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja modern, tetapi juga berkontribusi langsung pada upaya membangun masa depan yang lebih ramah lingkungan. 

"Di Monash University, Indonesia, kami berkomitmen penuh untuk membentuk pemimpin masa depan yang mampu berpikir secara global dan bertindak secara lokal. Global Business Competition 2025 bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga landasan bagi generasi muda Indonesia untuk mengubah ide-ide berani menjadi solusi nyata. Kami bangga melihat kreativitas, pemikiran kritis, serta inovasi dari para peserta, dan kami siap mendukung pertumbuhan mereka sebagai penggerak perubahan bagi Indonesia dan dunia,” ujar Dr. Yessy Perangin Angin, Associate Professor and Course Coordinator Master of Global Business, Monash University, Indonesia. 

Global Business Competition 2025 menghadirkan juri dari berbagai sektor, mulai dari lingkup Monash hingga para pakar bisnis lintas industri. Selain Dr. Yessy Perangin Angin, barisan dewan juri juga diisi oleh pihak-pihak yang berkompeten, termasuk Jessyca Sentosa (Head of Corporate Human Resource PT Kalbe Farma) dan Sandra Kosasih (Chief of Asset management BSD Office and Education Business Development Sinar Mas Land).

Dewan juri menyeleksi ketat peserta berdasarkan kemampuan berpikir strategis, kreativitas, dan komitmen penyelesaian masalah. Sebanyak 10 tim finalis kemudian terpilih untuk mempresentasikan gagasan mereka di Grand Finale pada 5 Juli 2025.

Pada tahap ini, Yupita sukses memukau dewan juri dengan proposal bisnis inovatif di bawah tema “Sustainable Business & Green Innovation”. Dalam presentasinya, Yupita memaparkan berbagai ide dan inovasi melalui sebuah ide bisnis berjudul “Driving Sustainable Value: A Dual Challenge of Financial and Environmental Performance in Indonesian Heavy Mining Transport”.

cctv-mojokerto-liem

Ia membahas tentang transisi transportasi berat menuju sistem rendah emisi melalui adopsi kendaraan listrik untuk mendukung target net zero 2060 dan kemandirian energi.

Sebagai juara pertama, Yupita berhak mendapatkan beasiswa penuh untuk menjalani studi program Master of Global Business di Monash University, Indonesia. Ia pun sangat bersyukur atas pencapaian ini dan menyebut kompetisi terkait berdampak besar pada perjalanan akademik dan profesional dirinya dan para peserta lain.

“Global Business Competition 2025 adalah ajang yang sangat bergengsi. Saya sangat berterima kasih kepada Monash University, Indonesia, yang telah menciptakan wadah ini, tempat kami dapat menampilkan ide-ide dan menerima masukan berharga dari para ahli industri,” ujar Yupita. 

Irawan Harahap, CEO Digital Tech Ecosystem & Development Sinar Mas Land, menambahkan bahwa Global Business Competition 2025 adalah wujud nyata sinergi antara dunia akademik dan industri dalam mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan global. 

“Kami di Sinar Mas Land, melalui Digital Hub, percaya bahwa kolaborasi seperti ini penting untuk membuka ruang bagi para talenta muda dalam mengembangkan solusi inovatif berbasis teknologi, yang tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga mendukung pembangunan berkelanjutan. Para peserta telah menunjukkan semangat kepemimpinan, pemikiran strategis, serta keberanian untuk menjawab isu-isu krusial seperti transformasi digital, green investment, dan inklusi keuangan. Ini adalah investasi masa depan bagi Indonesia,” jelas Irawan. 

Secara keseluruhan, Global Business Competition 2025 menantang peserta untuk merancang proposal bisnis yang menjawab tantangan nyata, termasuk inovasi hijau, transformasi digital, inklusi keuangan, dan ekspansi pasar global. Peserta mendapat keleluasaan menggunakan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan strategi teknologi keuangan (fintech) inklusif dalam rancangan mereka. (*)