Kisah Pahit Founder Blue Fish Ceylon Saat Pabriknya Terendam Banjir
Pabrik olahan ikan, Blue Fish Ceylon yang berada di Kotikawaththa, Sri Lanka, terendam karena kebanjiran. Bhagya Sandakelum selaku Founder of Blue Fish Ceylon merasakan getir menyaksikan usahanya berhenti karena banjir.
Bhagya Sandakelum berkata, seluruh area pabrik Blue Fish Ceylon terendam air. Hanya sekitar satu meter lagi yang tersisa hingga atap.
“Kami memindahkan semua yang kami bisa, kemasan, stok, dan material, tetapi mesin-mesinnya ada di dalam. Terlalu berat untuk dipindahkan,” katanya pada Senin, 2 Desember 2025.
Bhagya Sandakelum sangat terpukul dengan kejadian itu. Musiban datang bertub-tubi. Setelah suaminya meninggal enam bulan yang lalu, Bhagya Sandakelum menghabiskan waktu berbulan-bulan hanya untuk mencoba bernapas kembali.
“Pada November 2025 ini adalah pertama kalinya saya merasa stabil. Penjualan membaik. Rencana pun dibuat. Kami bersiap-siap untuk musim liburan. Dan sekarang banjir telah menyapu sebagian besar bangunan yang baru saja saya bangun kembali,” ujar Bhagya Sandakelum.
Sejak kemarin, Bhagya Sandakelum telah memikirkan setiap pilihan, dan inilah kenyataannya.
“Saya tidak punya uang cadangan untuk memulai semuanya dari awal. Satu-satunya tabungan pribadi yang tersisa adalah Dana Pensiun Lembaga Keuangan (EPF) suami saya, dan itulah satu-satunya jaring pengaman bagi saya dan putra saya. Terkadang saya berharap bisa menyerah, tetapi saya tidak punya pilihan selain menjadi kuat, jadi saya tidak akan menyerah. Saya telah membangun dari nol sebelumnya. Saya bisa membangun kembali,” kisahnya.
Saat ini, Bhagya Sandakelum hanya butuh bantuan untuk memulai kembali. Yang sangat dibutuhkan setelah air surut ialah bantuan keuangan atau hibah untuk memulai kembali operasional, seseorang yang dapat menilai kerusakan, bantuan teknis untuk memulihkan dan memperbaiki mesin, keahlian kelistrikan untuk memulihkan sistem, dan tenaga kerja untuk membersihkan area pabrik (bukan sesuatu yang dapat ditanganinya dengan tim yang kecil).
“Jika Anda dapat membimbing saya, menghubungkan saya dengan orang yang tepat, atau mengarahkan saya ke organisasi yang mendukung situasi seperti ini, saya akan sangat berterima kasih,” kata Bhagya Sandakelum.
“Bisnis ini adalah cara saya menghidupi putra saya dan diri saya sendiri. Saya memulainya dari nol dengan visi untuk membangun masa depan yang aman bagi kami dan berkontribusi, dengan cara saya sendiri, bagi perekonomian negara. Saya dapat membangun kembali, tetapi kali ini tidak sendirian,” kata Bhagya Sandakelum. (*)
Editor : S. Anwar