Proyeksi Ekonomi Gresik dan Kebutuhan Tenaga Kerja sampai Tahun 2029

avatar Arif yulianto
  • URL berhasil dicopy
Perkiraan angkatan kerja di Gresik
Perkiraan angkatan kerja di Gresik
grosir-buah-surabaya

Kabupaten Gresik secara geografis terletak di antara 112˚ sampai 113˚ Bujur Timur dan 7˚ sampai 8˚ Lintang Selatan. Kabupaten Gresik sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa, sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Mojokerto, sebelah timur berbatasan dengan Selat Madura dan Kota Surabaya, kemudian sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Lamongan.

Kabupaten Gresik memiliki posisi yang strategis secara geografis dan menjadi salah satu kawasan pusat kegiatan nasional di Provinsi Jawa Timur, yang dikenal dengan GERBANGKERTASUSILA (Gresik-Bangkalan-Mojokerto- Surabaya-Sidoarjo-Lamongan). Hal ini dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) dan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 5 tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Timur 2011- 2031. 

Sektor yang menjadi unggulan Kabupaten Gresik adalah industry manufaktur, perdagangan dan jasa, pertanian, perikanan, dan pariwisata.

Kabupaten Gresik memiliki luas wilayah sebesar 1.191,25 km2. Secara administratif, Kabupaten Gresik terbagi menjadi 18 kecamatan, terdiri dari 330 desa dan 26 kelurahan.

Rencana Tenaga Kerja Daerah (RTKD) Kabupaten Gresik Tahun 2025-2029

Masalah ketenagakerjaan di Kabupaten Gresik Tahun 2025-2029 diperkirakan masih akan diwarnai berbagai isu ketenagakerjaan yang menyangkut (i) penganggur terbuka; (ii) setengah penganggur; (iii) pekerja tidak dibayar; (iv) kualitas keterampilan angkatan kerja; (v) perluasan kesempatan kerja, (vi) penegakan hukum ketenagakerjaan; (vii) perselisihan hubungan industrial; (viii) produktivitas tenaga kerja; (ix) pekerja sector informal; (x) serta kesejahteraan pekerja.

Berdasarkan dokumen Rencana Tenaga Kerja Kabupaten Gresik menunjukkan bahwa perekonomian Kabupaten Gresik pada tahun 2025-2029 diperkirakan mampu tumbuh positif. Pertumbuhan ekonomi yang positif tersebut juga diperkirakan mendorong penciptaan kesempatan kerja, sehingga jumlah kesempatan kerja pada tahun 2025 diperkirakan sebanyak 700.500 orang dan meningkat menjadi sebanyak 765.698 orang pada tahun 2029, sehingga pada tahun 2025-2029 akan ada pertambahan kesempatan kerja sebanyak 65.198 orang atau 9,31 persen. Peningkatan penciptaan kesempatan kerja ini akan menurunkan tingkat pengangguran terbuka yang diperkirakan pada tahun 2029 menjadi sebesar 0,67 persen.

Penduduk Usia Kerja

Perkiraan Penduduk Usia Kerja (PUK) Kabupaten Gresik pada tahun 2025 hingga 2029 diperkirakan mengalami kenaikan sebanyak 67.799 orang atau meningkat sebesar 6,17 persen, yakni perkembangan PUK dari 1.099.117 orang di tahun 2025 naik menjadi 1.166.916 orang di tahun 2029.

Hal ini tentu saja membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi untuk mengakomodasi pesatnya pertambahan penduduk usia kerja.

Angkatan Kerja

Selama periode proyeksi tahun 2025-2029 sejalan dengan proyeksi penduduk usia kerja maka diperkirakan jumlah angkatan kerja pada tahun 2025 berjumlah 748.188 orang dan pada tahun 2029 bertambah menjadi 812.020 orang. Dari angka proyeksi tersebut nampak bahwa selama periode 2025-2029 jumlah angkatan kerja mengalami peningkatan sebesar 63.832 orang atau 8,53 persen.

Penduduk Yang Bekerja

Kesempatan kerja di Kabupaten Gresik diperkirakan selalu bertambah tiap tahunnya hingga akhir periode proyeksi.

Kesempatan kerja di tahun 2025 diperkirakan sebanyak 700.500 orang dan perlahan meningkat menjadi 765.698 orang di tahun 2029 atau terjadi peningkatan sebesar 9,31 persen atau sekitar 65.198 orang kesempatan kerja. Bertambahnya perkiraan kesempatan kerja di Kabupaten Gresik diharapkan mampu terserap di pasar kerja dengan baik sesuai keahlian dan kompetensi yang dibutuhkan lapangan kerja terkait.

Penganggur Terbuka

Tingginya jumlah penganggur, umumnya disebabkan oleh jumlah angkatan kerja yang terus meningkat tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia. Karenanya, untuk menekan jumlah penganggur salah satu strateginya adalah dengan memberikan insentif di berbagai sektor yang menumbuhkan aktivitas ekonomi yang dapat membuka kesempatan kerja terutama sektor yang lebih menyerap tenaga kerja (labor intensive).

Secara umum perekonomian Kabupaten Gresik diperkirakan akan terus berkembang dalam periode lima tahun 2025-2029. Peningkatan aktivitas perekonomian ini diperkirakan akan menyerap angkatan kerja baru sekaligus dapat menurunkan jumlah penganggur. Jumlah penganggur pada tahun 2025 diperkirakan jumlahnya sebanyak 47.688 orang dengan TPT 6,37 persen. 

Kondisi ini diperkirakan akan terus mengalami penurunan hingga lima tahun ke depan sehingga pada tahun 2029 menjadi sebanyak 46.322 orang dengan TPT sebesar 5,70 persen. 

Perkiraan Angkatan Kerja

Berdasarkan struktur demografi, angkatan kerja merupakan bagian dari penduduk usia kerja, sehingga jumlah angkatan kerja sangat tergantung pada komposisi penduduk usia kerja. Angkatan kerja merupakan factor penting dalam faktor produksi, yaitu sebagai sarana produksi, angkatan kerja lebih penting dari pada sarana produksi lainnya seperti tanah, bahan baku, mesin dan sebagainya. Hal ini disebabkan SDM atau angkatan kerja yang menggerakkan semua sumber daya untuk menghasilkan barang.

Selama periode proyeksi tahun 2025-2029 sejalan dengan proyeksi penduduk usia kerja maka diperkirakan jumlah angkatan kerja pada tahun 2025 berjumlah 748.188 orang dan pada tahun 2029 bertambah menjadi 812.020 orang. Dari angka proyeksi tersebut nampak bahwa selama periode 2025-2029 jumlah angkatan kerja mengalami peningkatan sebesar 63.832 orang atau 8,53 persen.

Perkiraan Angkatan Kerja Menurut Golongan Umur

Berdasarkan Grafik 3.C.2 dan Tabel 3.C.1, serupa dengan perkiraan penduduk usia kerja, bahwa angkatan kerja di Kabupaten Gresik tahun 2025 hingga 2029 diperkirakan akan didominasi oleh kelompok umur 25-54 tahun. Komposisi angkatan kerja kelompok umur ini pada lima tahun mendatang diperkirakan akan lebih dari separuh total angkatan kerja di Kabupaten Gresik. 

Angkatan kerja kelompok umur 25-54 tahun ini diperkirakan sebanyak 481.987 orang (64,42 persen) di tahun 2025 dan diperkirakan meningkat menjadi 503.370 orang (61,99 persen) di tahun 2029. Dominasi angkatan kerja kelompok umur ini adalah cukup wajar, karena mereka merupakan kelompok umur produktif dan tidak sedang menempuh kegiatan pendidikan. 

Selanjutnya, angkatan kerja golongan umur 55 tahun keatas diperkirakan merupakan kelompok angkatan kerja terbanyak kedua. Jumlah angkatan kerja golongan umur ini diperkirakan sebanyak 164.489 orang atau 21,98 persen dari total perkiraan angkatan kerja dan diperkirakan terus bertambah hingga akhir periode proyeksi. 

Adapun angkatan kerja kelompok umur 15-24 tahun diperkirakan jumlahnya paling sedikit. Angkatan kerja golongan umur ini pada tahun 2025 diperkirakan berjumlah 101.712 orang (13,59 persen) dan diperkirakan menurun menjadi 100.417 orang tahun 2029 atau 12,37 persen dari total perkiraan angkatan kerja di Kabupaten Gresik.

Beberapa alasan yang menguatkan angkatan kerja kelompok umur muda yang cenderung semakin menurun oleh karena peluang dan tuntutan untuk melanjutkan studi ke jenjang Perguruan Tinggi semakin tinggi. Hal ini dimungkinkan terjadi karena muncul anggapan dari sebagian angkatan kerja bahwa kesempatan kerja akan lebih terbuka setelah mereka menempuh pendidikan ke jenjang lebih tinggi atau telah memperoleh gelar sarjana. Dengan anggapan bahwa semakin tinggi pendidikan yang ditamatkan, maka semakin tinggi pula keahlian atau kompetensi angkatan kerja tersebut.

Perkiraan Angkatan Kerja Menurut Tingkat Pendidikan

Seiring dengan meningkatnya tuntutan wajib belajar 12 tahun, maka jumlah penduduk dalam usia sekolah yang melakukan kegiatan ekonomi semakin berkurang. Dengan diberlakukannya wajib belajar 12 tahun, maka anak-anak hingga usia 18 tahun diharapkan ikut berpartisipasi dalam pendidikan di sekolah. Dengan demikian penyediaan angkatan kerja yang berada pada kelompok usia sekolah diperkirakan akan semakin menurun pada tahun proyeksi.

Sementara itu, jumlah angkatan kerja berdasarkan tingkat pendidikan ttahun 2025 hingga tahun 2029 di Kabupaten Gresik diperkirakan akan didominasi oleh lulusan SMA, baik SMA Umum maupun Kejuruan. Angkatan kerja lulusan pendidikan ini diperkirakan sebanyak 351.291 orang atau sekitar 46,95 persen di tahun 2025 dan diperkirakan terus bertambah di tahun 2029 menjadi 400.915 orang (49,37 persen). Angkatan kerja lulusan ini juga diperkirakan paling banyak pertambahannya dibandingkan angkatan kerja lulusan pendidikan lainnya selama lima tahun mendatang. Adapun pertambahan selama periode proyeksi adalah sebesar 14,13 persen atau 49.623 orang selama periode proyeksi. 

Angkatan kerja lulusan Perguruan Tinggi/PT (Diploma dan Universitas) diperkirakan paling sedikit jumlahnya pada lima tahun mendatang. Namun demikian, angkatan kerja lulusan PT diperkirakan meningkat jumlahnya meskipun perlahan pada lima tahun mendatang.

Angkatan kerja lulusan ini diperkirakan bertumbuh sebesar 1,34 persen (1.167 orang) selama periode proyeksi. Pertambahan selama periode proyeksi diperkirakan sebanyak 87.421 orang (11,68 persen) tahun 2025 menjadi 88.589 orang (10,91 persen) di tahun 2029. Peningkatan jumlah angkatan kerja lulusan PT mencerminkan pasar kerja di Kabupaten Gresik telah diwarnai oleh SDM yang berkualitas dan kompeten.

Adapun angkatan kerja dengan latar belakang pendidikan terendah, yakni Maksimum SD dan SMP Sederajat diperkirakan terendah di Kabupaten Gresik selama lima tahun mendatang. Jumlah angkatan kerja untuk kedua lulusan pendidikan ini pada awal periode proyeksi diperkirakan sebanyak 150.000-an orang (21 persen) dari total angkatan kerja di Kabupaten Gresik.

Angkatan kerja lulusan SMP diperkirakan meningkat hingga sebanyak 24.864

orang (16,22 persen) pada tahun 2025 menjadi 178.182 orang (21,94 persen) di tahun 2029. Adapun angkatan kerja lulusan Maksimum SD diperkirakan menurun sebanyak 11.822 orang (7,57 persen) tahun 2025 menjadi 144.334 orang (17,77 persen) di akhir periode proyeksi.

Perkiraan menurunnya proporsi angkatan kerja lulusan Maksimum SD merupakan proyeksi yang “diharapkan”. Dengan kata lain angkatan kerja di Kabupaten Gresik kedepannya akan lebih banyak diisi oleh angkatan kerja yang berpendidikan lebih tinggi. Dengan demikian, diharapkan pasar kerja Kabupaten Gresik akan lebih banyak ditempati oleh angkatan kerja yang memiliki hard skill maupun soft skill yang dibutuhkan pasar kerja.

Perkiraan Angkatan Kerja Menurut Jenis Kelamin

Perkiraan jumlah angkatan kerja berdasarkan proyeksi tahun 2025-2029 di Kabupaten Gresik diperkirakan masih didominasi oleh angkatan kerja laki-laki yakni dengan proporsi sebesar 59-60 persen berbanding angkatan kerja perempuan dengan proporsi 40-41 persen.

 Jumlah angkatan kerja laki-laki diperkirakan meningkat dari 455.175 orang pada tahun 2025 meningkat menjadi 486.570 orang atau bertambah sebanyak 6,90 atau 31.396 orang pada tahun 2029. Adapun angkatan kerja perempuan juga diperkirakan meningkat, yakni dari 293.013 orang pada tahun 2025 menjadi 325.450 orang atau bertambah sebanyak 32.436 orang (11,07 persen).

Diperkirakan proporsi angkatan kerja laki-laki lebih besar daripada perempuan juga terlihat sepanjang tahun proyeksi 2025 hingga 2029. Dalam kurun waktu proyeksi tersebut jumlah angkatan kerja di Kabupaten Gresik semakin menampakkan dominasi angkatan kerja laki-laki disbanding perempuan. Meskipun secara absolut jumlah angkatan kerja laki-laki dan perempuan diperkirakan sama-sama meningkat, namun dari sisi proporsi angkatan kerja laki-laki diperkirakan mengalami penurunan.

Proporsi angkatan kerja perempuan selama periode proyeksi adalah sedikit meningkat dari 39,16 persen pada tahun 2025 meningkat menjadi 40,08 persen pada tahun 2029. Sebaliknya proporsi angkatan kerja laki-laki diperkirakan menurun dari 60,84 persen di tahun 2025 menjadi 59,92 persen pada tahun 2029. Dinamika proporsi angkatan kerja laki-laki dan perempuan ini mempersempit kesenjangan keduanya. (*)