SABIC AN dan Samsung Teken Kontrak Pembangunan Kompleks Amonia

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Penandatanganan kontrak antara SABIC AN dengan Samsung E&A Co., Ltd.
Penandatanganan kontrak antara SABIC AN dengan Samsung E&A Co., Ltd.
grosir-buah-surabaya

SABIC Agri-Nutrients Co. (SABIC AN) telah mengambil langkah strategis jangka panjang untuk memperkuat posisi Arab Saudi dalam pasar nitrogen dan sistem ekspor global dengan memberikan kontrak rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (EPC) senilai US$ 3,46 miliar kepada Samsung E&A Co., Ltd. untuk pembangunan kompleks amonia-urea baru. Fasilitas ini diperkirakan akan mulai beroperasi (commissioning) pada kuartal ketiga tahun 2030, dengan produksi komersial dijadwalkan dimulai pada kuartal keempat.

Kompleks tersebut akan mencakup pabrik amonia berkapasitas 1,2 juta ton per tahun dan dua pabrik urea dengan total kapasitas gabungan sebesar 2,6 juta ton per tahun. Setelah beroperasi, kapasitas produksi urea SABIC AN akan meningkat dari 4,8 juta menjadi 7,4 juta ton per tahun, yang mencerminkan kenaikan sebesar 54�ri tingkat saat ini.

Langkah ini merupakan upaya strategis untuk memperkuat peran Arab Saudi sebagai produsen dan eksportir pupuk utama dunia, sekaligus memperluas basis industri dan menangkap peluang permintaan jangka panjang terhadap amonia dan urea.

Proyek ini menjadi pilar utama dalam strategi pertumbuhan SABIC AN hingga tahun 2040. CEO Fahad Al-Battar menyatakan bahwa ekspansi ini akan menjamin pasokan yang andal dan berkelanjutan, memaksimalkan nilai bagi pemegang saham, berkontribusi pada Visi Saudi 2030, serta mendukung ketahanan pangan global.

Pemilihan teknologi turut memperkuat strategi tersebut. Pabrik amonia akan menggunakan teknologi dari Kellogg Brown & Root LLC, sementara dua pabrik urea akan menggunakan teknologi dari Stamicarbon B.V. dan thyssenkrupp Uhde Fertilizer Technology GmbH; dengan demikian, teknologi proses yang telah teruji akan diterapkan di kompleks baru ini. Kompleks tersebut juga akan dilengkapi dengan unit penangkapan karbon (carbon-capture unit) yang menggunakan teknologi dari Shell Global Solutions International B.V.

Namun, pengumuman ini muncul di tengah kondisi keuangan jangka pendek yang menantang. Pada bulan Juli, SABIC AN melaporkan laba bersih sebesar SR1,6 miliar (US$430 juta) untuk semester pertama tahun ini, turun 21,42% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perusahaan mengaitkan penurunan tersebut dengan volume penjualan yang lebih rendah akibat tantangan rantai pasok serta penurunan pendapatan selama periode Januari hingga Juni. 

SABIC AN sedang menghadapi tekanan jangka pendek terkait rantai pasok dan pendapatan, sembari berkomitmen menginvestasikan US$3,46 miliar untuk infrastruktur yang imbal hasil komersialnya baru akan terealisasi bertahun-tahun mendatang. Volatilitas jangka pendek tidak menggoyahkan keyakinan jangka panjang perusahaan terhadap sektor nitrogen.

Saat produksi komersial dimulai pada akhir tahun 2030, tambahan kapasitas urea tahunan sebesar 2,6 juta ton akan memasuki pasar yang dipengaruhi oleh ekspor Tiongkok, pasokan dari Timur Tengah, biaya angkut, biaya energi, permintaan sektor pertanian, serta standar emisi yang semakin ketat. Keunggulan Arab Saudi akan bergantung pada keandalan, efisiensi, dan intensitas karbon dari volume produksi tersebut.

Dengan meningkatnya kapasitas urea dari 4,8 juta menjadi 7,4 juta ton per tahun, SABIC AN memperkuat kehadiran Arab Saudi secara signifikan dalam peta industri pupuk global untuk dekade mendatang. (*)