Transformasi Slogan Ponorogo
Setiap era memiliki semangat dan identitasnya sendiri. Mulai dari Intan Gandini, Simpati, Simponi, hingga Ponorogo Hebat. Seluruhnya menjadi bagian dari perjalanan panjang Kabupaten Ponorogo dalam membangun daerah dan melayani masyarakat.
Dari Intan Gandini sampai Ponorogo Hebat, Begini transformasi slogan Kabupaten Ponorogo dari masa ke masa.
1. H Soebarkah Poetro Hadiwirdjo (1984-1989)
INTAN GANDINI
Dimulai dari Bupati Soebarkah dengan slogan "Intan Gandini" yang merupakan akronim dari "Industri, Pertanian, Olahraga, Pendidikan, dan Seni".
Beberapa peninggalan dan jejak pembanguran Soebarkah Poetro Hadiwirdjo diantaranya, pencetus tradisi Grebeg Suro, pemugaran Masjid Agung, dan pembangunan tugu batas antar kabupaten seperti di Mlilir (perbatasan Madiun) dan perbatasan Trenggalek.
2. R Gatot Soemani (1989-1994)
SIHMPONI - SIMPATI
Kemudian Bupati Gatot Soemani dengan slogan "Sihmponi" yang merupakan akronim dari "Bersih menuju Ponorogo Indah". Kemudian dikembangkan menjadi "Simpati" akronim dari "Siap menuju Ponorogo Aman, Tertib, dan Indah".
Beberapa jejak pembangunan Gatot Soemani diantaranya, diterbitkannya buku pedoman dasar kesenian reog, pembangunan gedung padepokan reog, dan merehab Pasar Legi Selatan atau yang dikenal dengan Pasar Lanang dengan konsep dua lantai.
3. Dr HM Markum Singodimedjo (1995-2004)
REOG
Markum Singodimedjo menjabat sebagai Bupati Ponorogo selama dua periode. Bupati Markum mempunyai slogan REOG (Resik, Endah, Omber, Girang Gemirang).
Beberapa peninggalan dan jejak pembangunan Markum Singodimedjo diantaranya, membangun Gedung 8 lantai, Gedung DPRD, Gedung Sasana Praja, panggung utama, dan patung-patung di sekitar Alun-alun dan di perempatan kota.
4. H Muhadi Suyono (2005-2010)
SATU TEKAD MENUJU PONOROGO MUKTI WIBOWO
Bupati Muhadi Suyono mempunyai slogan "Satu Tekad Menuju Ponorogo Mukti Wibowo". Muhadi Suyono menjabat dari dari tahun 2005 sampai tahun 2010.
Pada masa pemerintahannya dimulai pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang terletak di Kelurahan Pakunden, Ponorogo. Pada tahun 2007, di masa pemerintahannya juga melakukan pemugaran gedung olahraga bulutangkis di kompleks stadion.
5. H Amin (2010-2015)
MANUNGGALE CIPTO, ROSO, KARSO, AGAWE RAHAYUNING BUMI REYOG
Bupati Amin menjabat dari tahun 2010 sampai tahun 2015 dengan slogan "Manunggale Cipto, Roso, Karso Agawe Rahayuning Bumi Reyog".
Hasil pembangunan kepemimpinan periode ini antara lain renovasi Pendopo Kabupaten Ponorogo beserta Paseban, membangun gedung terpadu Lantai 6 di bekas lahan terminal lama serta pembangunan Monumen Bantarangin di Desa Sumoroto, Kauman.
6. Drs H Ipong Muchlissoni (2016-2021)
MENUJU PONOROGO YANG LEBIH MAJU, BERBUDAYA DAN RELIGIUS
Bupati Ponorogo, Ipong Muchlisoni menjalankan amanah masyarakat Ponorogo untuk periode 2016-2021 dengan slogannya "Menuju Ponorogo Yang Lebih Maju, Berbudaya Dan Religius".
Pembangunan dari Ipong Muchlisoni antara lain pembangunan gedung sentra industri di Kelurahan Tambakbayan dan pembangunan Pasar Legi Ponorogo.
7. H Sugiri Sancoko (2021-2025)
PONOROGO HEBAT
Bupati Sugiri Sancoko atau yang akrab di sapa "Kang Giri" menjabat dari periode tahun 2021-2025 dengan slogannya "Ponorogo Hebat".
Pembangunan dari Sugiri Sancoko antara lain pembangunan Monumen Reog di Sampung, air mancur menari Telaga Ngebel, RSUD Bantarangin, dan mempercantik jalan-jalan protokol kota. Di periode Sugiri Sancoko, Ponorogo masuk jejaring kota kreatif dunia oleh UNESCO. Kang Giri juga membawa Reog Ponorogo resmi ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO. (*)
Editor : S. Anwar